/
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 08:56 WIB
Ibu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, didampingi kerabatnya histeris saat mendatangi makam anaknya sebelum autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp)

Depok.suara.com - Ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat Samuel Hutabarat masih meragukan pengakuan dari Irjen Ferdy Sambo mengenai motif membunuh anaknya.

Dalam keterangannya, Ferdy Sambo mengaku sakit hati terhadap Brigadir Yosua karena istrinya mengalami tindakan yang menjatuhkan harkat dan martabat keluarga. 

"Kami dari keluarga merasa bingung atas keterangan resmi yang dikeluarkan Mabes Polri yang mengatakan unsur sakit hati yang dimulai sejak dari Magelang hingga Sambo membunuh Yoshua," katanya saat dihubungi dari Jambi, Kamis (11/8/2022).

Dalam kasus ini dia berharap Mabes Polri bisa menyampaikan secara transparan kepada publik dan jangan sampai ada yang ditutupi. 

"Saya minta kepada penyidik Mabes Polri untuk buka saja kasus ini secara transparan dan jangan ada yang ditutupin," kata Samuel Hutabarat.

Sebelumnya pihak penyidik Mabes Polri telah memeriksa tersangka Ferdy Sambo di Mako Brimob Kepala, Dua, Jakarta.

Hasilnya Ferdy mengakui merencakan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua setelah dia menerima telepon dari sang istri Putri Candrawathi.

Tersangka Ferdy Sambo merasa sakit hati karena aksi almarhum Yoshua terhdap istrinya yang menjatuhkan harkat dan martabat, sehingga Ferdy perintahkan tersangka E dan RR untuk membunuh Yoshua.

Sumber: Suara.com

Baca Juga: Profil Fan Bingbing, Aktris China yang Muncul sebagai Cameo di Drama Korea 'Insider'

Load More