Depok.suara.com - Orangtua Brigadir J bertolak dari Jambi untuk mengikuti proses wisuda Brigadir J yang memperoleh gelar Sarjana Hukum di Universitas Terbuka (UT) pada Selasa (23/08/2022).
Prosesi wisuda tersebut akan diwakili oleh sang ayah, Samuel Hutabarat. Hal ini disampaikan oleh Kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamarudin Simanjuntak.
Dikatakan Kamarudin Simanjuntak, selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J akan diwakili oleh sang ayah, Samuel Hutabarat.
"Memang benar, ayah Brigadir J sudah datang ke Jakarta," kata Kamarudin saat dihubungi Suara.com, Senin (22/8/2022).
Almarhum Brigadir J masuk dalam angkatan Periode II Tahun Akademik 2021/2022. Hal ini berdasarkan undangan wisuda UT dengan nomor B/217/UN.31LPPM4/HM.00.05/2022.
"Penyerahan Ijazah kepada orangtua dari mendiang Brigadir Nofriansyah Hutabarat," tulisan dalam undangan seperti dikutip Suara.com.
Proses seremonial wisuda akan digelar pada pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB di gedung Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa Yosua tewas ditembak oleh rekannya sendiri Bharada E atau Richard Eliezer. Keduanya merupakan ajudan dari bekas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo (FS).
FS sendiri berperan dalam mengintruksikan Bharada Eliezer menembak Brigadir J. Diduga kuat FS turut serta mengeksekusi ajudannya tersebut.
Baca Juga: Wapres Dukung Kapolri Berantas Judi Online, Bandar di Berbagai Negara Ekor di Indonesia
Hingga saat ini setidaknya sudah lima orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka, dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana terhadap Yosua.
Adapun para tersangka itu adalah, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi selaku istri Sambo, Bharada E, Bripka RR dan KM alias Kuwat Maruf.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel