Depok.suara.com, Pengurus Kamar Dagang dan Industri Kota Depok periode 2021-2026 memiliki tanggung jawab berat dan harus bermitra dengan pemerintah.
Demikian dikatakan ketua Kadin Jawa Barat Cucu Sutara saat melantik pengurus Kadin Kota Depok periode 2021-2026 di Hotel Bumi Wiyata Jalan Margonda.
Dia menambahkan Kadin bermitra dengan pemerintah untuk memajukan usaha mikro, kecil dan menengah(UMKM) menjadi lebih baik lagi. Apalagi UMKM disebut sebagai fondasi utama dalam sebuah perekonomian sebuah negara.
"Kami nilai UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian sebuah negara. Dalam negara mana pun, semakin banyak pelaku UMKM-nya, maka fondasi ekonominya akan semakin kuat,"katanya.
Tugas Kadin antara lain menciptakan UMKM dan para pejuang (pengusaha UMKM) itu. Semua ini dalam rangka persiapan untuk mencapai Indonesia emas pada 2045.
“Tanpa (persiapan) itu, bisa jadi ini malah malapetaka. Jadi ini adalah tugas bersama dan bekerja sama menciptakan usaha dan mengembangkannya dari mikro menjadi kecil serta menjadi menengah,” terangnya.
"Disitulah peran kebersamaan, kekompakan, sinergi dalam memajukan bidang perekonomian," sambungnya.
Di lokasi sama Ketua Kadin Depok Miftah Sunandar menambahkan, pihaknya sejalan dengan program Kadin Indonesia, utamanya dalam hal pembenahan Tripartit ketenagakerjaan terkait upah layak buruh.
“Nah yang kedua kita memang bulan depan kita akan kirim ibu-ibu kebaya (pembuat kebaya) ke Jerman,” katanya usai menghadiri pelantikan para pengurus Kadin Kota Depok.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jelang Laga Southampton vs Manchester United
Kemudian, rencana kerja yang ketiga, kata Miftah, ikut memajukan UMKM Depok. Melalui program kul in.
Lebih lanjut Miftah menegaskan, bahwa kehadiran Kadin di kota ini untuk turut meningkatkan perekonomian warga.
“Jadi gini loh, Kadin itu memang mandiri profesi, sesuai Undang-Undang kita mitra pemerintah, jadi bukan Kadin atau pengusahanya minta proyek APBD yang ada di kota,” tegasnya.
Menurut dia justru sebaliknya, Kadin harus dapat berkontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar.
"Banyak pengusaha properti dan BPHTB-nya. Kedua, pajak parkir dan macam-macam, jadi kita mandiri kita tidak dapat anggaran dari pemerintah,” jelasnya.
Miftah pun membantah soal rumor yang menyebut jika kepengurusannya bersitegang dengan Pemkot Depok.
"Kita nggak ada bersitegang, kami sampai saat ini mitra, contohnya tadi hadir dari perwakilan dari pemerintah, itu bukti kita bermitra,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Percepat Pembangunan Jabar Selatan, Gubernur Ridwan Kamil Ingin Perpres Nomor 87 Tahun 2021 Terealisasi
-
Rekaman CCTV Memperlihatkan Wanita Berhijab yang Diduga Maling Uang Puluhan Juta dari Kos-kosan di Sukabumi
-
Penampakan Bus Jurusan Jakarta-Cilacap yang Tabrak Tembok Jembatan di Ciamis, Tak Ada Korban Jiwa
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri