Depok.suara.com, Molornya prores pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3 di Depok, Jawa Barat mendapat sorotan dari Komisi V DPR RI, pasalnya, pembangunan tersebut sudah tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya mengatakan bahwa untuk menanggulangi hal tersebut perlu adanya koordinasi yang lebih baik antar stakeholder, termasuk dengan Pemerintah Daerah.
“Dari hasil pantauan kami di lapangan, memang jalan ini secara schedule-nya itu molor, molornya itu cukup lama disebabkan karena pembebasan lahan," ujar Suryadi usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3, di Depok, Jawa Barat, Jumat (26/8/2022) seperti dikutip laman resmi DPR RI.
Hal tersebut terjadi, kata Suryadi, karena lemahnya koordinasi dengan stakeholder yang lain, termasuk dengan pemerintah daerah. Akhirnya, pemerintah pusat atau para investor ketika melakukan pembangunan jalan tol begitu ada masalah baru menghubungi pemerintah daerah.
"Untuk itu, kita harapkan koordinasi lebih baik lagi,” ungkap Suryadi
Lebih lanjut Suryadi mengatakan, kendala yang dialami untuk pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi ini lebih banyak terkait dengan pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan, seperti belum adanya kesepakatan harga ganti rugi.
“Saya mendapat laporan anggarannya memang sudah tersedia, tetapi susah dieksekusi karena ada beberapa pihak dari pemilik lahan belum ada kesepakatan harga dan lain sebagainya," tuturnya.
Menurut Suryadi, hal tersebut ada mekanisme konsyinasi lewat pengadilan. Tetapi kalau ini tidak dikomunikasikan dengan baik, tidak melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat setempat, tetap akan sulit.
"Karenanya kita minta supaya koordinasi dengan para pihak ini bisa lebih cepat,” pungkasnya.
Baca Juga: 2 Alasan Liburan Dadakan Kerap Terasa Lebih Seru daripada Liburan Terencana
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus
-
Eks Waka PPATK Desak Tim 9 Usut Asal-usul Emas 74 Kg Milik Febrie Adriansyah
-
Padamkan Karhutla Riau, Manggala Agni Kesulitan Dapatkan Sumber Air
-
Teror di Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Dagang Disambar Proyektil Misterius
-
Sejumlah Wilayah Palembang Akan Padam Listrik Hingga 6 Jam, Ini Lokasinya
-
Ulasan Novel Cinta di Dalam Gelas, Keberanian Maryamah Menantang Juara Catur
-
6 Sunscreen Mengandung Ceramide untuk Perbaiki Skin Barrier Rusak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Profil dan Peran Don Ritto dalam Kasus TPPU Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Horor dan Bikin Merinding! BabyMonster Rangkul Jati Diri di MV Lagu Moon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan