/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Daniel Mananta dan Ustaz Abdul Somad [Instagram/ustadzabdulsomad_official] (Instagram/ustadzabdulsomad_official)

Depok.suara.com - Ustadz Abdul Somad atau yang biasa disapa UAS sempat mengalami kontroversi pada Agustus 2019 lalu. Pasca Pemilihan Presiden (Pilpres), video ceramah yang ia bawakan sempat menimbulkan kontroversi.

Sehingga, dirinya harus melakukan klarifikasi terkait video tersebut. Menurutnya, dia tidak memaksa orang-orang untuk suka pada dirinya.

"Sampai hari ini, tentu kita tidak bisa memaksa orang untuk suka. Aku tidak perlu menjelaskan siapa diriku kepada musuh ku karena dia tidak akan pernah berubah. Dan tidak perlu menjelaskan pada sahabatku karena dia terlanjur mencintai aku," kata UAS dalam Podcast Daniel Mananta.

Dia menjelaskan, bahwa apa yang dia katakan dalam video tersebut adalah menjawab pertanyaan dari jama'ah. Lebih lanjut, ia mengaku tidak mengingat rekaman tersebut.

"Itu bukan tabligh Akbar di depan orang banyak, bukan juga didepan televisi. Tapi menjawab pertanyaan pada kajian subuh, bukan tema utama, kajian tertutup hanya kaum muslimin didalam masjid. Saya pun tidak ingat rekaman itu mungkin tahun 2015 atau 2016," ucapnya.

Selain itu, pria asal Riau ini juga menjelaskan, ada unsur politik didalamnya. Sehingga, video tersebut menjadi viral di media sosial.

"Tapi karena politik dan sebagainya bisa didapat. Saya sendiri pun tidak punya rekaman itu. Lalu dipotong, di cut, di edit dan lain sebagainnya. Dan saya jelaskan di MUI," ungkapnya.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2019 UAS dikejutkan atas meninggalnya ibunda. Masih di tahun yang sama, pada bulan Agustus sebuah video terkait ceramah UAS viral di media sosial dan menimbulkan kontroversi.

"Jadi bulan Maret ibu meninggal, April politik, Mei, Juni, Juli, tidak ceramah sama sekali. Agustus, saya keluar seminggu datang isu itu," ujarnya.

Baca Juga: Kemenperin: Nilai Produksi Knalpot di Purbalingga Tembus Rp 138,7 Miliar

Load More