Depok.suara.com - Ustadz Abdul Somad atau yang biasa disapa UAS sempat mengalami kontroversi pada Agustus 2019 lalu. Pasca Pemilihan Presiden (Pilpres), video ceramah yang ia bawakan sempat menimbulkan kontroversi.
Sehingga, dirinya harus melakukan klarifikasi terkait video tersebut. Menurutnya, dia tidak memaksa orang-orang untuk suka pada dirinya.
"Sampai hari ini, tentu kita tidak bisa memaksa orang untuk suka. Aku tidak perlu menjelaskan siapa diriku kepada musuh ku karena dia tidak akan pernah berubah. Dan tidak perlu menjelaskan pada sahabatku karena dia terlanjur mencintai aku," kata UAS dalam Podcast Daniel Mananta.
Dia menjelaskan, bahwa apa yang dia katakan dalam video tersebut adalah menjawab pertanyaan dari jama'ah. Lebih lanjut, ia mengaku tidak mengingat rekaman tersebut.
"Itu bukan tabligh Akbar di depan orang banyak, bukan juga didepan televisi. Tapi menjawab pertanyaan pada kajian subuh, bukan tema utama, kajian tertutup hanya kaum muslimin didalam masjid. Saya pun tidak ingat rekaman itu mungkin tahun 2015 atau 2016," ucapnya.
Selain itu, pria asal Riau ini juga menjelaskan, ada unsur politik didalamnya. Sehingga, video tersebut menjadi viral di media sosial.
"Tapi karena politik dan sebagainya bisa didapat. Saya sendiri pun tidak punya rekaman itu. Lalu dipotong, di cut, di edit dan lain sebagainnya. Dan saya jelaskan di MUI," ungkapnya.
Sebelumnya, pada bulan Maret 2019 UAS dikejutkan atas meninggalnya ibunda. Masih di tahun yang sama, pada bulan Agustus sebuah video terkait ceramah UAS viral di media sosial dan menimbulkan kontroversi.
"Jadi bulan Maret ibu meninggal, April politik, Mei, Juni, Juli, tidak ceramah sama sekali. Agustus, saya keluar seminggu datang isu itu," ujarnya.
Baca Juga: Kemenperin: Nilai Produksi Knalpot di Purbalingga Tembus Rp 138,7 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan