- KPK menangkap Rizal, Pejabat Eselon II DJBC, dalam OTT di Lampung pada Rabu (4/2/2026) pekan setelah dilantik.
- Operasi senyap KPK juga menyasar pihak lain di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta.
- Penangkapan ini adalah OTT ketiga yang menargetkan Kementerian Keuangan di awal tahun 2026.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali diguncang prahara korupsi di awal masa kepemimpinan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam sebuah operasi senyap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang pejabat eselon II Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang ironisnya baru sepekan menduduki jabatan barunya.
Pejabat tersebut adalah Rizal, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC. Ia ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada Rabu (4/2/2026).
Kabar penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Menurutnya, Rizal diamankan saat berada di wilayah Lampung.
“Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Penangkapan ini menjadi sorotan tajam karena Rizal baru saja dilantik oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026 lalu.
Ia dipromosikan untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Sumatera Bagian Barat (Sumbagsel). Artinya, ia baru menduduki kursi barunya selama tujuh hari sebelum akhirnya diciduk tim antirasuah.
Operasi Menyebar Hingga ke Kantor Pusat DJBC
Tindakan KPK tidak berhenti di Lampung. Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi ini juga menyasar sejumlah pihak lain di Jakarta, dengan fokus utama di Kantor Pusat DJBC Kemenkeu.
Baca Juga: Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
Namun, KPK masih belum merinci jumlah total pihak yang diamankan dalam operasi gabungan ini.
“Untuk detail berapa jumlah orang yang diamankan di beberapa lokasi pada wilayah Jakarta, nanti kami akan update (beri tahu, red.),” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Kemenkeu Jadi 'Langganan' OTT KPK di Awal Tahun?
OTT yang menjerat Rizal ini seolah menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Betapa tidak, ini adalah OTT ketiga yang menyasar institusi bendahara negara tersebut hanya dalam kurun waktu dua bulan di awal tahun 2026.
Secara keseluruhan, operasi ini merupakan OTT kelima yang berhasil dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.
Sebelumnya, KPK mencetak debut OTT pada 9-10 Januari 2026 dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara.
Berita Terkait
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara