Depok.suara.com - Seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) dibuat kaget karena mendapatkan pesanan seporsi nasi goreng seafood tambah petai, serta satu pop ice cokelat dari seorang yang mengaku Irjen Ferdy Sambo S.Pd.
Ojol itu mengaku langsung ketar-ketir ketika mendapat pesanan dari sosok tersebut. Tetapi dirinya langsung menerima karena takut dibunuh.
Curhatan tersebut dapat dilihat melalui unggahan akun Instagram @lambe_ojol pada Rabu (31/08/22).
Dalam foto tangkap layar yang diunggah, terlihat sang pengemudi ojol mengatakan bahwa dirinya begitu ketar-ketir ketika melihat nama dari pelanggannya.
"Pagi-pagi udah ketar-ketir. Pas ngelihat yang pesan siapa. Terpaksa harus nurut daripada kena bunuh," ujar pengemudi ojol.
Melalui foto tersebut, tampak bahwa seseorang bernama Irjen Ferdy Sambo S Pd tersebut memesan satu nasi goreng seafood tambah petai serta satu pop ice cokelat.
Pengemudi ojol tersebut juga sempat mengirimkan pesan pada pelanggannya.
Ia menanyakan soal catatan pesanan yang ditulis oleh pelanggan.
"Maaf, mau menanyakan catatan pesanan. Kalau jenderal yang minta apa boleh buat. Daripada kena bunuh. Mati anak ayam," pesan pengemudi ojol pada pelanggannya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Faizal Assegaf Siap Hadapi Laporan Menteri BUMN Erik Thohir
Pelanggan tersebut kemudian menjelaskan bahwa dirinya meminta agar porsi nasi gorengnya ditambahi sedikit.
"Wkwk kenapa om. Itu maksudnya kalau boleh porsi kasih lebih dikit. Kalau tak boleh tak apa-apa," balas pelanggan.
Unggahan ini pun lantas menjadi perhatian dari warganet. Dalam kolom komentar unggahan, warganet melontarkan beragam komentar atas curhatan seorang pengemudi ojol ini.
"Ferdy Sambo sarjana pendidikan," kata seorang warganet.
"Ada-ada aja S Pd, sarjana penembak (orang) dalam," imbuh warganet lain.
"Bolehin aja dah. Takut kena tembak," ungkap warganet lain.
"S Pd: Sarjana pembunuh dadakan," tambah warganet lain.
"Spesialis pembunuh dadakan," komentar warganet lainnya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Bharada E Ternyata Trauma Masuk Rumdin Ferdy Sambo, Pengacara: Tiap Hari Ketemu Terus Disuruh Tembak
-
Video Animasi: Detik-detik Ferdy Sambo Tembak Kepala Belakang Brigadir J yang Sudah Tak Berdaya
-
Pemeran Pengganti Bharada E Memang Disarankan Sejak Awal, Alasannya agar Psikologi Tak Terguncang Bertemu Ferdy Sambo
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
-
Borneo FC Dikalahkan Dewa United, Bojan Hodak: Fokus Tim Sendiri
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Tradisi yang Menekan Generasi Muda
-
Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Gagal, 2 Kurir Narkoba Ditangkap di Deli Serdang
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini 23 Februari 2026, Catat Waktu Magrib & Isya
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan