Depok.suara.com, Peresmian gedung ANNAS oleh Walikota Bandung belum lama ini menuai sorotan dari berbagai pihak, salah satunya dari Forum Bhinneka Tunggal Ika.
Sekjen Forum Nasional Bhinneka Tunggal ika, Taufan Hunneman mengatakan bahwa dirinya melihat bahwa persoalan peresmian gedung Annas oleh walikota bandung yang menuai berbagai protes merupakan satu fenomena dan persoalan gunung es yang belum juga diselesaikan oleh bangsa ini.
Karena menurut Taufan, sebagai ruang bersama kehidupan seluruh anak bangsa belum di pahami dan juga di hayati sebagai kekuatan.
"Yang paling berbahaya adalah jangan sampai kita mewarisi kebencian sehungga menyebabkan selalu saling mencurigai dan sulit bergandengan tangan sesama anak bangsa," ungkap Taufan.
Selain itu, Taufan juga melihat kompromis yang terjadi di daerah sebagai para pemimpin sangat pragmatis dalam menghadapi pilkada.
"Dukungan inilah yang menyebabkan ruang perjuangan untuk melawan intoleransi semakin berat bahkan di perhadapkan dengan kekuasaan lokal kelak," terangnya
Dalam Persoalan ini, kata Taufan, memperlihatkan bahwa kepala daerah miskin gagasan serta tidak memberikan banyak manfaat bagi rakyatnya.
Dengan cara kompromis inilah menjadi senjata ampuh pengalangan sebab kelompok kelompok puritan biasanya tidak peduli dengan kemajuan daerah asal saja ruang hidup mereka dijamin, dijaga serta dilindungi.
Untuk itu, lanjut Taufan, Kedepan dirinya berharap ada aturan yang sangat jelas bagaimana peran kepala daerah seharusnya melindungin kelompok keragaman juga penganut agama minoritas bukan sebaliknya.
Baca Juga: 3 Prinsip Hidup yang Perlu Kamu Coba, Buat Keseharianmu Lebih Bermakna
Selain itu, Sebagai aktivis pro keberagaman, Taufan Hunneman juga mengusulkan adanya sekolah pendidikan kepala daerah yg berbasis wawasan nusantara bisa bekerjasama dengan lemhanas atau institusi pertahanan keamanan agar mempunyai pengetahuan yang mumpuni untuk mengelola daerahnya.
"Pendidikan ini di harapkan sebagai orientasi kelak sebagai pemimpin daerah yg melindungi seluruh masyarakat bukan mempraktekan kompromistis demi elaktoral," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya Ungkap Situasi Jelang Agustus
-
Taruna Akpol Asal Papua Meninggal Jelang Latihan Integrasi, Ditemukan Luka Sebelum Tewas
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
4 Micellar Water Green Tea Solusi Lawan Pemicu Jerawat pada Kulit Berminyak
-
Dari Fashion hingga Kuliner, Begini Wajah Baru Brand Lokal Indonesia
-
Pramono Bakal Minta Pakuwon Lepas Pagar di Kota Kasablanka dan Blok M Plaza
-
BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih