Depok.suara.com - Pendakwah Ustaz Abdul Somad mengisahkan tentang dirinya yang pernah ditawarkan untuk menjadi calon wakil presiden, Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan ketika hadir dalam acara podcast Bisikan Rhoma.
"Beliau ini pernah menjadi sentral perhatian di republik ini, ketika beliau diminta mendampingi Prabowo sebagai wakil presiden," ungkap Rhoma Irama selaku pembawa acara.
Tetapi diketahui ustaz kondang ini menolak tawaran untuk jadi orang nomor dua di Indonesia mendampingi Prabowo Subianto andai terpilih sebagai presiden.
Padahal, dirinya direkomendasikan langsung oleh para ulama untuk jadi pendamping Prabowo Subianto di kursi tertinggi kepemimpinan.
"Atas permintaan para ulama ya waktu itu, tapi Ustaz Somad dengan tegas mengatakan tidak mau," tutur Rhoma Irama.
Ternyata alasan dirinya menolak permintaan dari Ketua Umum Partai Gerindra adalah karena tidak yakin
bisa memenangkan pemilihan umum. Selain itu sembari bercanda dia mengatakan tidak tertarik menjabat sebagai wakil presiden.
"Saya kalau maju nggak wakil presiden, saya presidennya," tegas Ustaz Abdul Somad.
Di mata Ustadz Abdul Somad, wakil presiden hanya sebuah jabatan kosong yang tidak membuatnya punya kekuasaan untuk menentukan kebijakan.
"Untuk apa kalau mengambil suara, lalu setelah duduk tidak punya kekuasaan apa-apa? Itu namanya sungguh terlalu," ucap Ustaz Abdul Somad yang disambut tawa seisi studio tempat acara berlangsung.
Baca Juga: Kali Ini Pesulap Merah Berurusan dengan Pawang Hujan Mbak Rara
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga