Depok.suara.com - Kejaksaan Negeri Depok melacak dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 sebesar Rp15 miliar. Dana ini adalah dana hibah yang dikelola oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok tahun 2019/2020.
“Dana ini bermula di tahun 2019/2020 mendapat hibah sebesar Rp 15,35 miliar. Dimana dalam temuan yang kami dapatkan sementara ini ada indikasi penyalahgunaan dana yang seharusnya tidak dilakukan atau tidak sesuai peruntukkannya,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat didampingi Kasubsi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis, Alfa Dera, Senin (5/9).
Berdasarkan informasi yang beredar, uang tersebut seharusnya digunakan untuk pengawasan pelaksanaan Pilkada kota Depok.
Tetapi malah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum di Sekerertariat Bawaslu Kota Depok. Yaitu dengan cara dicairkan dengan melawan prosedur keuangan dan juga oleh oknum bendahara diduga dilakukan penarikan tunai senilai miliaran rupiah yang tidak sesuai juknis. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta untuk kegiatan hiburan malam.
“Kami telah resmi melakukan penanganan terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana hibah tersebut dan telah dilakukan pulbaket. Sebelumnya didapatkan informasi uang hibah diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta untuk kegiatan hiburan malam,” ujarnya.
Dana yang ditransfer oknum tersebut sebesar Rp1,1 miliar tanpa sepengetahuan jajaran pimpinan Bawaslu Kota Depok. Hingga kini uang tersebut belum pernah kembali masuk dari rekening penerima ke rekening pemberi yakni rekening Bawaslu kota Depok.
Diduga, terjadi penyalahgunaan keuangan negara tersebut bukanlah perbuatan dari lembaga, tetapi merupakan perbuatan oknum.
Warganet yang mendengar berita itu pun meradang. Banyak dari mereka tidak menyangka anggota lembaga negara yang bertindak seperti itu.
"Party sama Bawaslu enak kali ya," kata @sigitprixxxx
Baca Juga: 4 Kesalahan Pola Asuh Baby Boomers yang Bisa Jadi Pelajaran Saat Ini
"Yang ke TPS dapet zonk, ehh mereka dapat miliaran," @Pepexxx
"Sakit," kata @alfaxxxx
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
-
APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Tayang Agustus, Anime The Ribbon Hero Gandeng Girls Archives Isi Lagu Tema
-
Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
-
Prediksi Tunisia vs Belanda: De Oranje Incar Pesta Gol dan Puncak Grup F
-
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?