Depok.suara.com - Akhir-akhir ini nama Hacker Bjorka ramai menjadi perbincangan warganet alias trending di media sosial. Namun kini akun tersebut telah non aktif dari media sosial Twitter.
Aksi Bjorka yang mengklaim meretas situs pemerintah tersebut juga membuat warganet penasaran dengan sosoknya. Apalagi, nama yang digunakan sangat jarang digunakan oleh orang indonesia. Lantas apa arti nama Bjorka?
Mengutip situs Babynames, Bjorka atau Bjork berasal dari Skandinavia yang berarti pohon Birch. Nama Bjorka lebih sering digunakan pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Nama Bjorka juga sering digunakan oleh berbagai sosok ternama, salah satunya anak Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck, yaitu Bjorka Dieter Morscheck. Bahkan, melalui akun instagramnya Ringgo justru membuat lelucon anaknya itu yang menjadi seorang hacker.
"Tumben-tumbenan anak ini minta topeng v for vendetta, buat apa sih nak pake topeng yang ada aja.... kamu sekarang tiap malem begadang terus, kamu ngakunya hanya main solitaire di komputer, akhir-akhir ini kamu kurang tidur, baba khawatir kamu sebenernya ngapain nak, tiba-tiba kamu mau nawarin data-data orang ke baba itu buat apaaa,” tulis Ringgo dalam caption unggahannya.
Selain anak dari Ringgo, nama Bjork juga digunakan oleh beberapa sosok lain seperti penyanyi asal Islandia Björk Guðmundsdóttir dan Hera Björk órhallsdóttir, artis Swedia Anita Björk, hingga musisi Amerika Brant Bjork.
Klaim retas situs
Menggunakan akun Twitter @bjorkanism, anonimus yang satu ini disebut berhasil meretas berbagai perusahaan besar di Indonesia, termasuk lembaga pemerintah.
Hacker Bjorka juga sempat mengklaim berhasil meretas situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mengakses dokumen rahasia milik Badan Intelijen Negara (BIN), bahkan membongkar dalang kasus pembunuhan Munir.
Baca Juga: Enaknya Sarapan dengan Roti Goreng isi Sosis
Meski akunnya telah dinonaktifkan, cuitan-cuitan Hacker Bjorka telah berhasil diabadikan oleh warganet. Cuitannya juga masih menjadi trending dan perbincangan warganet di Twitter.
Di samping itu, sebelum akunnya dinonaktifkan, Hacker Bjorka juga sempat mengaku memiliki teman di Indonesia. Ia mengatakan, teman asal Indonesia tersebut yang curhat mengenai keadaan Indonesia yang kurang baik. Oleh karena itu, ia melakukan peretasan untuk temannya.
“Aku punya teman baik Indonesia di Warsawa, dan dia bilang betapa kacaunya Indonesia, dan aku melakukan ini untuknya,” cuitnya sebelum akunnya dinonaktifkan.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol