Depok.suara.com - Rasanya sayang jika mampir ke Solo, Jawa Tengah, tidak menyantap sate kere. Sebab penjual sate kere terbilang sulit ditemui selain di Solo.
Pada dasarnya sate kere adalah sate dengan bahan dasar jeroan sapi seperti kikil, jantung, usus, hati sapi, dan tempe gambus yang dibakar lalu disiram dengan bumbu kacang.
Namun di balik kelezatannya, sate kere tak sebatas makanan tradisional. Ada cerita perjuangan masyarakat Solo dari sejarah terciptanya sate kere.
1. Bukti kreatifvitas rakyat kecil
Dari namanya "kere" berarti miskin atau tidak punya uang. Sebutan itu sering digunakan masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Nama "kere" juga mengambarkan apa sebenarnya isi makanan tersebut. Bahan yang digunakan adalah tempe gembus yang terbuat dari ampas pembuatan tahu dan jeroan.
Pada masa penjajahan, daging adalah makanan yang sangat mewah hanya bisa disantap oleh bangsa kolonial dan para priai. Masyarakat pribumi yang ingin makan sate menciptakan sajian sederhana dari bahan pangan yang mereka punya. Jeroan sapi pun jadi pilihan, karena pada saat itu bangsa kolonial dan para priayi hal tersebut sebagai limbah pangan.
2. Bumbu sate kere
Seperti sate kebanyakan, sate kere juga disajikan dengan bumbu kacang. Bumbu kacang untuk sate yang unik ini berbeda dengan bumbu kacang sate ponorogo dan sate di daerah lain.
Jika diolah dengan tepat, bumbu sate kere dapat membuat tempe gembus jadi terasa makan daging. Bumbu yang digunakan dari sate kere ini terdiri dari gula merah, cabai, dan kacang.
Baca Juga: Viral lagi! Oknum Polisi Brutal Pukuli Emak-Emak
Bumbu kacang sate kere umumnya terasa terasa pedas, tetapi tetap dominan rasa manisnya. Hal ini seperti kebanyakan makanan khas Solo dengan rasa manis yang dominan.
3. Makanan untuk semua kalangan
Walaupun dulunya merupakan sajian untuk rakyat kecil, saat ini sate kere digemari oleh semua kalangan masyarakat.
Bahkan sate kere juga menjadi sajian favorit Bapak Presiden Joko Widodo. Sampai-sampai sate kere jadi salah satu hidangan langganan saat Jokowi hajatan di kampung halaman.
Penulis : Panji R.A
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mau Belikan Sepeda untuk Anak Perempuan? Ini Tips Memilih dan 5 Pilihan yang Layak Dicoba
-
6 Bulan setelah Penjarahan, Eko Patrio Siap Boyong Keluarga Balik ke Rumah Lama
-
Pengalaman Langka di Jakarta: Anak Bahagia Main Bowling dan 'Ngopi' Dikelilingi Rusa!
-
Silsilah Jeffrey Epstein, Keluarganya dari Yahudi Terpandang
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Cara Buat Jalan dan Atur Lalu Lintas TheoTown agar Tidak Macet, Pemula Harus Tahu!
-
Kenapa Imlek Selalu Hujan? Melihat dari Mitos Keberuntungan dan Fenomena Alam
-
Film Live Action Blue Lock Umumkan Tayang 7 Agustus Lewat Trailer Baru
-
3 Rekomendasi Destinasi Wisata Keluarga dan Gen Z di Sukaraja, Healing Bareng Sampai Kulineran Hits
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online