Lifestyle / Komunitas
Minggu, 08 Februari 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi hujan saat Imlek. (Unsplash/Lala Azizli)
Baca 10 detik
  • Dipercaya hujan saat Imlek merupakan pertanda rezeki melimpah.
  • Secara ilmiah, hujan saat Imlek di Indonesia disebabkan puncak musim hujan antara Januari hingga Februari.
  • Namun fenomena hujan saat Imlek bersifat lokal di daerah tropis.

Suara.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan lampion merah, angpao, pertunjukan barongsai, dan satu hal yang hampir tidak pernah absen, yakni hujan.

Bagi masyarakat Tionghoa, turunnya hujan saat Imlek dianggap sebagai berkah luar biasa. Namun, bagi masyarakat awam, muncul pertanyaan besar: Apakah ini hanya kebetulan, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya?

Dalam artikel ini, kita akan membedah fenomena hujan saat Imlek dari dua sudut pandang berbeda, yakni menurut mitos keberuntungan dan penjelasan meteorologi dari para ahli.

Simbolisme Air dalam Tradisi Tionghoa: Hujan adalah "Hokkie"

Dalam kepercayaan Tionghoa, air adalah salah satu elemen terpenting dalam kehidupan. Air melambangkan aliran rezeki, ketenangan, dan kelimpahan.

Oleh karena itu, hujan yang turun saat pergantian tahun baru lunar dianggap sebagai pertanda bahwa tahun yang akan datang akan dipenuhi dengan keberuntungan atau hokkie.

Masyarakat Tionghoa kuno yang mayoritas berprofesi sebagai petani sangat bergantung pada air hujan untuk kesuburan lahan mereka. Hujan yang turun di awal tahun dipandang sebagai janji akan panen yang melimpah.

Sebaliknya, jika Imlek jatuh pada cuaca yang gersang atau panas, sebagian orang tua zaman dulu merasa khawatir rezeki di tahun tersebut akan seret atau sulit "mengalir".

Penjelasan Ilmiah: Mengapa Januari & Februari Selalu Basah?

Jika kita menanggalkan aspek filosofis dan beralih ke kacamata sains, alasan kenapa Imlek sering hujan sebenarnya sangat masuk akal secara geografis, terutama di wilayah Indonesia.

1. Puncak Musim Hujan di Indonesia

Baca Juga: Apakah Tanggal 16 Februari 2026 Libur? Cek Jadwal Lengkap Long Weekend Imlek di Sini!

Secara astronomis, Tahun Baru Imlek biasanya jatuh di antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode ini merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Angin Monsun Asia yang membawa banyak uap air bergerak melewati garis khatulistiwa, menyebabkan intensitas curah hujan meningkat drastis di bulan-bulan tersebut.

2. Penentuan Kalender Lunisolar

Imlek tidak menggunakan kalender Masehi yang berbasis matahari, melainkan kalender Lunisolar (gabungan fase bulan dan posisi matahari).

Itulah sebabnya tanggal Imlek selalu berubah-ubah setiap tahunnya, namun tetap berada dalam rentang waktu Januari dan Februari.

Karena rentang waktu ini selalu bertepatan dengan masa aktifnya awan-awan hujan di Asia Tenggara, maka tak heran jika ritual sembahyang Imlek hampir selalu ditemani rintik air.

Load More