/
Jum'at, 23 September 2022 | 14:03 WIB
Eksperimen unit 731 (Wikimedia common)

Tujuan percobaan tersebut adalah untuk mempelajari kemajuan alami sifilis jika tidak diobati. Pasca uji coba tersebut, diketahui 28 orang dalam penelitian meninggal karena sifilis sementara 100 orang meninggal akibat komplikasi terkait.

5. Kola Superdeep Borehole

Eksperimen Soviet tahun 1970 yaitu berusaha mengebor sedalam mungkin ke kerak bumi dan tahun 1994 mereka membuat lubang sepanjang 12 km di Semenanjung Kola di barat laut Rusia. Dengan lubang yang dibuat, ada kekhawatiran pengeboran ke arah pusat bumi dapat menghasilkan efek seismik yang tak terduga, seperti membuka planet ini.

6. Studi STD Guatemala

Dari tahun 1945 sampai 1956, sekitar 1500 orang Guatemala sengaja dibuat terinfeksi penyakit menular seksual, termasuk sifilis dan gonore oleh pemerintah AS. Subyek penelitian ini adalah anak yatim piatu, narapidana, pelacur, dan wajib militer. Periset menggunakan pelacur yang terinfeksi penyakit, suntikan, dan metode tidak bermoral lainnya untuk membuat subjek mereka sakit.

7. Proyekpenyembuhan homoseksual

Program penyiksaan medis dilakukan di Afrika Selatan antara tahun 1971 dan 1989 untuk menyembuhkan homoseksualitas dalam wajib militer. Hal itu dilakukan dengan perawatan paksa seperti terapi kejutan listrik dan pengebirian kimiawi.

8. Percobaan Kamp konsentrasi Nazi

Nazi melakukan eksperimen medis terhadap para tahanan yaitu dengan sengaja membuat mereka hipotermia, menginfeksi tahanan dengan malaria, menggunakan gas mustard, sterilisasi paksa, memberi tahanan racun yang berbeda, menginfeksi luka dengan bakteri dan mengisinya dengan serutan kayu dan kacang tanah.

Baca Juga: Polres Lampung Barat Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Bening Lobster

Dokter Josef Mengele yang dijuluki ilmuwan jahat fokus pada anak kembar dari Yahudi atau Roma (gipsi).

Seharusnya eksperimen itu untuk mempelajari hereditas, namun dia justru mengeluarkan organ dari orang lain tanpa anestesi, suntikan dengan bakteri mematikan dan pemotongan.

Load More