Depok.suara.com - Lonjakan kasus penyakit menular seksual (PMS), meningkat di Amerika Serikat (AS) sebesar 26 persen dilaporkan tahun lalu. Hal ini telah mendorong pejabat kesehatan di AS untuk menerapkan upaya pencegahan dan pengobatan baru.
"Penting bagi kami untuk bekerja membangun kembali, berinovasi, dan memperluas kampanye pencegahan PMS di AS," kata Dr. Leandro Mena dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam pidatonya saat konferensi medis tentang penyakit menular seksual seperti dilansir New York Post Jum'at (23/9/2022).
Angka infeksi beberapa jenis penyakit PMS termasuk gonore dan sifilis tercatat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Infeksi sifilis di AS tahun lalu mencapai angka tertinggi sejak 1991 dan mencatat total tertinggi sejak 1948.
Kasus immunodeficiency virus (HIV) juga meningkat 16 persen tahun lalu. Sementara itu, epidemi cacar monyet, yang terutama ditularkan di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, memperburuk keadaan, dengan sebagian besar penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan seks. Situasi tersebut mendorong para pejabat untuk bekerja pada pendekatan baru untuk mengekang penularan seperti alat tes rumah untuk beberapa PMS.
Langkah itu memudahkan orang untuk melakukan tes dan mengambil tindakan pencegahan, kata Mena. Direktur Eksekutif Koalisi Direktur STD Nasional, David Harvey, mengatakan bahwa penyebaran PMS di AS kini 'tidak terkendali'. Ahli lain berpendapat bahwa upaya utama yang diperlukan adalah meningkatkan penggunaan kondom saat berhubungan badan.
" Infeksi menular seksual lebih banyak terjadi ketika orang melakukan hubungan seks tanpa kondom," kata pakar penyakit menular dari University of Alabama, Dr. Mike Saag.
Sifilis adalah penyakit bakteri yang muncul sebagai luka pada alat kelamin tetapi akhirnya menyebabkan gejala yang lebih parah, dan bahkan kematian jika tidak diobati. Infeksi sifilis menurun di AS pada tahun 1940-an ketika obat antibiotik menjadi tersedia secara luas. Pada tahun 2020, kasus sifilis meningkat lagi menjadi hampir 41.700 kasus dan melonjak menjadi lebih dari 52.000 kasus tahun lalu.
Tingkat kasus juga mencapai sekitar 16 per 100.000 orang tahun lalu. Angka itu merupakan yang tertinggi dalam tiga dekade.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan