/
Sabtu, 24 September 2022 | 08:50 WIB
Rio (kiri) dan Putra Aji Adhari (kanan), white hacker dan bug hunter di podcast Denny Sumargo (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

Depok.suara.com - Bug Hunter Putra Aji Adhari menyindir pemerintah yang kurang menghargai profesinya. Padahal kinerja bug hunter sangat penting untuk memperkuat pertahanan siber khususnya untuk situs-situs pemerintah.

Dirinya sendiri mengaku mewakili para bug hunter yang kecewa dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selaku bagian dari salah satu instansi pemerintah.

Aji menyatakan penghargaan BSSN kepada Bug Hunter yang mampu membeberkan kelemahan Siber di Indonesia tidak sepadan.

"Tapi yang dikasih rewardnya itu cuma berupa sertifikat penghargaan dan merchandise," ucap Putra Aji Adhari dikutip  dari video tiktok @aliefakbar185 pada Sabtu, (24/9/2022).

"Nggak sebanding banget dengan dampaknya (manfaatnya)," ujarnya.

Walau begitu dirinya mengapresiasi 
pemerintah yang mulai menyadari pentingnya keamanan siber. Namun ia berharap pemerintah dapat lebih menghargai profesi bug hunter untuk kedepannya.

Sontak saja, video tersebut pun mendapat beragam tanggapan dari warganet.

"Murah banget harganya, anggaran buat pertahanan gede, reward buat yang nemuin celah kecil banget," ucap akun @*******an.

"Memang negara Konoha suka gitu bang," kata akun @******nn.

Baca Juga: WNA Rusia Ditemukan Tak Bernyawa di Museum Pendet Ubud Tanpa Busana

"Ya BSSN kan cuma dianggep kalo kominfo kejebolan. makanya aggaran mereka dikit," ujar akun @******ax.

"Makanya Anak IT yang cerdas selalu keluar negeri," ungkap akun @******is.

"Pada faktanya negara ini menghargai orang-orang pintar ya seperti itu adanya," tutur akun @*******ys.

Sumber: Suara.com

Load More