Depok.suara.com - Selalu ada kabar unik terbaru dari dunia hewan. Ternyata manusia bukan satu-satunya spesies yang menggunakan mainan seks (sex toys).
Dalam sebuah laporan studi baru yang dipublikasikan di jurnal biologi Ethology, para peneliti menyimpulkan bahwa beberapa monyet di Indonesia menggunakan alat-alat batu untuk masturbasi.
Makalah studi ini baru terbit pada 4 Agustus lalu. Makalah ini berjudul "Do monkeys use sex toys? Evidence of stone tool-assisted masturbation in free-ranging long-tailed macaques".
Monyet-monyet tersebut khususnya adalah monyet ekor panjang yang tinggal di Mandala Suci Wenara Wana di Ubud, Bali bagian tengah. Mandala Suci Wenara Wana adalah hutan suci suaka bagi monyet, tempat perlindungan dan habitat alami bagi lebih dari 1.000 monyet ekor panjang di Bali.
Antara tahun 2016 dan 2019, para peneliti mengamati lebih dari 170 monyet -jantan dan betina, remaja dan dewasa. Mereka menemukan bahwa monyet jantan dan betina (muda dan dewasa) menepuk dan menggosokkan batu pada alat kelamin mereka untuk kesenangan, seperti diberitakan Mashable.
Perilaku ini mendukung hipotesis "mainan seks" dari studi tersebut yang didasarkan pada penelitian sebelumnya. Hipotesis "mainan seks" adalah dugaan bahwa monyet-monyet menggunakan batu sebagai semacam mainan seks.
Camilla Cenni, peneliti utama studi baru ini sekaligus mahasiswi PhD di University of Lethbridge di Kanada, sebelumnya telah mempelajari perilaku ini pada para monyet jantan dalam makalah tahun 2020 yang diterbitkan di jurnal Physiology & Behavior. Kali ini, dia dan rekan-rekan penelitinya juga mengamati monyet betina.
Ternyata perilaku monyet jantan dan betina memang berbeda. Monyet betina lebih selektif dalam memilih batu untuk digosok/ditepuk ke alat kelamin mereka.
Para monyet betina dilaporkan cenderung memilih batu yang lebih bersudut. Menurut para ilmuwan, perbedaan pilihan ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan anatomi daerah genital monyet jantan dan betina.
Jelasnya, baik monyet jantan maupun betina sama-sama melakukan "mekanisme yang menyenangkan/menghargai diri sendiri" yang melibatkan "penepukan dan penggosokan berulang-ulang batu ke alat kelamin dan daerah inguinal," sebagaimana juga dilaporkan Coconuts Bali.
"Sulit untuk memberikan penjelasan yang sangat solid, tetapi tampaknya mereka melakukannya karena rasanya enak," ujar Camille Cenni mengutip dari VICE World News.
"Ada semacam rangsangan taktil dari kontak batu-batu itu dengan alat kelamin mereka dan rasanya enak. Dan tidak ada alasan untuk berhenti," tambahnya
Para monyet menggunakan alat-alat batu bukan hanya untuk bersenang-senang. Pada tahun 2018, berbagai peneliti di Panama menduga para monyet di sana telah memasuki "zaman batu" mereka sendiri.
Sementara itu, monyet-monyet di Panama diyakini telah menggunakan batu untuk membantu mendapatkan makanan. Dalam wawancara dengan Live Science, Cenni mengatakan penelitian terbaru ini adalah contoh hewan yang menggunakan batu untuk lebih dari sekedar bertahan hidup.
Monyet-monyet di Bali telah menggunakan batu untuk bermain seks dengan alat non-kelamin. Seperti sebagian manusia, para monyet itu tampaknya juga menemukan kesenangan dalam bersenang-senang menggunakan alat bantu seks atau mainan seks.
Ada lebih banyak penelitian lanjutan yang perlu dilakukan. Namun, hasil studi ini setidaknya telah menunjukkan kecerdikan monyet-monyet yang bisa memanfaatkan batu.
Studi ini dibuat oleh tujuh peneliti dari institusi-institusi di Kanada, Inggris, dan Indonesia. Peneliti lokal yang terlibat dalam studi ini adalah I Nengah Wandia dari Pusat Penelitian Primata Universitas Udayana Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN