Depok.suara.com - Vegan dan vegetarian diketahui dua kali lipat lebih sering depresi dibandingkan pemakan daging. Fakta tersebut ditemukan oleh para peneliti di Brasil.
Studi para peneliti tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders. "Ada hubungan yang jelas antara prevalensi kasus depresi dengan mereka yang tidak makan daging," ungkap penelitian tersebut, seperti dikutip NY Post, pada Kamis (29/9/2022).
Studi ini menyurvei 14.216 orang dewasa berusia 35-74 tahun selama 6 bulan. Kelompok ini dievaluasi menggunakan instrumen Clinical Interview Schedule-Revised, alat penelitian yang biasa digunakan untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental secara umum.
Dari survei tersebut diketahui bahwa mereka yang tidak mengonsumsi daging, kelompok vegan dan vegetarian, mengalami episode depresi dua kali lebih sering dibandingkan kelompok pemakan daging dalam periode survei yang sama. Bahkan, ketika variabel merokok, asupan alkohol, aktivitas fisik, dan asupan mikronutrien diperhitungkan.
"Kami melihat bahwa episode depresi lebih umum terjadi pada individu yang tidak makan daging, terlepas dari faktor sosial ekonomi dan gaya hidup," ungkap studi tersebut. Namun, kekurangan gizi tidak menjelaskan hubungan ini.
"Sifat asosiasi masih belum jelas dan data longitudinal diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan kasualnya," tambah keterangan studi.
Sebelumnya, penelitian yang dilakukan pada 2017 menunjukkan data studi berbeda. Ini dilihat dari diet penderita depresi yang mana mereka mengonsumsi tinggi biji-bijian, protein tanpa lemak, susu rendah lemak, dan makanan nabati, dan mengalami 4 kali lebih sehat secara mental dibanding mereka yang mengonsumsi makanan olahan ultra.
Di sisi lain, mereka yang tinggi asupan nabati lebih sehat jantungnya, dibandingkan pemakan daging.
"Untuk perlindungan kesehatan jantung, Anda perlu memperbanyak asupan makanan nabati. Meski begitu, Anda tidak perlu sampai meninggalkan daging merah atau sayap ayam," ungkap Ambika Satija dari Departemen Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Baca Juga: Sampah Perkotaan Jadi Bahan Alternatif Pembuatan Semen
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Urutan Nonton Film Scream Sebelum Scream 7, Jangan Sampai Salah!
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
Syuting di Hutan, Olla Ramlan Ngaku Sempat Nangis sampai Trauma di Lokasi Syuting Malaysia
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
5 Fakta Pemuda Begal Payudara Siswi SMA Blitar Saat Puasa, Dikejar Warga hingga Diringkus Polisi