Depok.suara.com - Viral di media sosial sebuah video yang menampilkan pengeroyokan terhadap seorang siswa yang diduga terjadi di Sumedang Jawa Barat.
Video viral itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @banjarnahor pada Kamis (29/9/2022) kemarin.
"Stop perundungan, bagaimana belajar di sekolah bisa kondusif kalau sikap-sikap seperti ini masih terus terjadi," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Pemilik akun juga menuliskan informasi terkait sekolah korban. Menurutnya, korban merupakan siswa MTS.
"Dari info yang di dapat korban merupakan siswa di MTS dan pelakunya dari sekolah SMP negeri di Sumedang," imbuhnya.
Dalam video itu terlihat sekerumpulan siswa-siswa yang terlihat memakai seragam SMP. Nampaknya mereka tengah melakukan perundungan atau bullying terhadap seorang rekannya.
Korban nampak tak berdaya dipukuli, diinjak bahkan hingga hampir dilindas oleh motor.
Sontak saja, unggahan video ini dibanjiri komentar dari para netizen. Banyak dari mereka yang mengecam tindakan para pelaku.
"Kelakuan anak jaman sekarang ya Allah," kata akun @annisamalla.s.
Baca Juga: Netizen Ini Ungkap Rizky Billar Sudah Menikah Siri Dengan Selingkuhannya
"Inilah akibat sistem pendidikan yang kacau balau banyak mafia di pemerintahan. Kemendikbud bukannya mengutamakan karakter malah asik dengan teknologi, perhatikanlah siswa, guru juga sekolahnya @kemendikbud.ri," ujar @dandidia_yusuf kesal.
"Kawal.... Moral anak-anak sekarang memprihatinkan," ucap @satya_sigit34.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel