Depok.suara.com - Jurgen Klopp dianggap memiliki kutukan pada musim ketujuhnya memegang sebuah klub sepak bola. Hal ini melihat dari rentetan hasil buruk Liverpool pada awal musim.
Diketahui Jurgen Klopp gagal total di dua klub sebelumnya saat memasuki musim ketujuh dan berujung dipecat atau mengundurkan diri. Padahal dirinya yang mempromosikan Mainz ke Bundesliga dan membawa Borussia Dortmund menyudahi dominasi Bayern.
Tetapi Jurgen Klopp mencoba membela diri. Menurutnya situasi di Mainz dan Dortmund tidak bisa dibandingkan dengan Liverpool saat ini.
"Situasi di klub-klub tersebut sungguh berbeda. Tujuh tahun karier saya di klub-klub itu bukannya tidak direncanakan atau karena saya sudah tidak bersemangat, atau hal-hal seperti itu," ujar Juergen Klopp di situs resmi klub.
"Saya menangani Mainz dan tiga tahun setelahnya promosi ke Bundesliga, lalu degradasi lagi ke Bundesliga 2 tiga tahun kemudian. Kami sebenarnya masih punya setahun masa kontrak dan klub butuh perubahan, para pemain ingin tampil di Bundesliga, dan sudah pasti mereka butuh suasana baru," Klopp menambahkan.
"Saya saat itu langsung pindah ke Dortmund dan semuanya baik-baik. Saya bisa saja bertahan, mereka memintanya, tapi saya merasa sudah cukup. Tujuh tahun di Dortmund itu situasinya di setiap musim adalah kami kehilangan pemainnya karena dibeli klub lain atau alasan lainnya."
"Sulit tampil konsisten dan melakukan pekerjaan itu secara konsisten. Yang ada malah kami mundur dua langkah ketimbang mengembangkan tim, karena kami terus menjual pemain."
"Pasti Anda bertanya-tanya kenapa kami tidak bisa sebagus atau bahkan lebih baik dari musim lalu. Tapi, kami akan senang jika bisa tampil sebagus tahun lalu, kami hanya kehilangan pemain di beberapa posisi."
"Intens sekali memang dan melelahkan, itulah mengapa saya berhenti. Tapi, saya sama sekali tidak bermasalah dengan energi tubuh ini."
Baca Juga: Galeri: Timnas Indonesia U-17 Digasak Malaysia 1-5 di Pakansari
Liverpool jeblok musim ini karena baru dua kali menang dari tujuh laga Liga Inggris dan kini terpuruk di papan tengah. Selain itu, Liverpool sempat dibantai 1-4 oleh Napoli di Liga Champions sebelum memenangi dua partai terakhirnya.
Imbas performa buruk tim juga terjadi kepada setiap individu, termasuk Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan Trent Alexander-Arnold.
Liverpool memang tidak pernah memulai musim seburuk ini sejak Klopp datang pada Oktober 2015. Oleh karenanya publik mulai mengkait-kaitkan penampilan The Reds dengan kutukan musim ketujuh Klopp.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Eyeliner Smudgeproof di Bawah Rp50 Ribu: Bebas Transfer, Anti Bleber!
-
Saksikan Gelaran Perdana: Kejuaraan Berkuda IHR Piala Raja Mangkunegaran, Kings Cup Series
-
Ringan dan Terjangkau! 5 Moisturizer Ini Cocok untuk Semua Jenis Kulit Remaja
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Imigrasi Sumut Kedepankan Pencegahan TPPO dan Pengawasan Orang Asing
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Bukan Minimarket Biasa: Rahasia Mematikan dalam A Shop for Killers
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten