/
Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:36 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

Depok.suara.com - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang dan ratusan luka-luka, disebut oleh Anggota Exco PSSI Sonhadji diluar wewenang manusia. Dirinya menyebut hal ini sudah kehendak Tuhan.

"Tentunya ini di luar kehendak kita semua, jadi tidak ada yang ke dalam bagaimana, ini maksudnya ya kehendak Allah lah," kata Sonhadji usai jalani pemeriksaan di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

Dirinya menegaskan bahwa peristiwa menyedihkan yang terjadi di Stadion Kanjuruha tidak ada satu pihak pun yang menginginkan

Dia mengklaim PSSI selalu berupaya untuk menciptakan pertandingan yang aman dan nyaman bagi semua orang.

"Jadi perangkat pertandingan, semua sudah bekerja dengan porsi masing-masing. Kami juga sudah mengecek bagaimana bertugas. Bagaimana perangkat pertandingannya yang lain, security office dan lain-lain, tapi masih terjadi peristiwa yang saya sebutkan tadi," kata Sonhadji.

Karena itu Tragedi Kanjuruhan, jelasnya, menjadi evaluasi pengurus PSSI agar tidak terjadi pada masa depan. PSSI akan berusaha untuk menciptakan pertandingan sepakbola yang aman dan nyaman.

Tragedi Kanjuruhan, kata dia, merupakan pengalaman bagi PSSI, dan berupaya mencegah hal tersebut tidak terulang. Adapun masukan dari Komnas HAM saat mereka diperiksa akan menjadi catatan.

"Karenanya perbaikan saran masukan yang bagus, ini semua kami catat dan Insya Allah kedepan akan ditindaklanjuti oleh PSSI oleh kesekjenan, klub-klub yang lain," ujarnya.

Diketahui, gas air mata ditembakkan polisi usai pertandingan antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10) lalu.

Baca Juga: Ketika Nyeri Dengkul Baiknya Program Kegiatan Ini Kata dr.Zaidul Akbar, Jangan Dulu Minum Obat

Dalam tragedi itu bukan hanya menyebabkan korban meninggal sebanyak 132 jiwa, namun terdapat ratusan korban mengalami luka ringan hingga berat.

Sumber: Suara.com

Load More