Depok.suara.com - Dalam cerita di seri One Piece, kelompok Topi Jerami saat ini hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju tujuan utama petualangan mereka. Selama lebih dari dua dekade, para fans melihat bagaimana Luffy dan seluruh kru berpetualang menghadapi berbagai musuh serta halangan dan rintangan.
Seiring berjalannya waktu, Luffy perlahan mulai berhasil untuk semakin dekat menuju pulau terakhir, Laugh Tale. Ini merupakan sebuah pulau yang menjadi tempat disimpannya harta karun terbesar, One Piece.
Sebelum itu, Roger dan krunya menjadi kelompok bajak laut terakhir yang pernah pergi ke sana dalam 800 tahun terakhir. Namun, untuk pergi ke Laugh Tale tidaklah mudah. Para bajak laut membutuhkan Road Poneglyph.
Road Poneglyph merupakan sebuah artefak raksasa berwarna merah yang terbuat dari bahan yang tidak bisa dihancurkan, yaitu batu laut. Seperti halnya Poneglyph lain, ada tulisan misterius yang terpahat di atasnya.
Namun, yang membedakannya dengan Poneglyph lainnya adalah isi yang ada di Road Poneglyph tersebut. Artefak ini tidak berisi sejarah atau penjelasan apa pun.
Road Poneglyph merupakan Poneglyph yang sangat penting, karena berisi petunjuk yang akan memberikan arahan kepada siapa pun yang hendak pergi menuju pulau terakhir di Grand Line, yaitu Laugh Tale.
Jumlah Road Poneglyph sendiri ada empat buah. Ketika seorang bajak laut berhasil menemukan semua Road Poneglyph, maka mereka akan mampu pergi ke Laugh Tale.
Inilah alasan mengapa kemudian Road Poneglyph menjadi elemen yang sangat penting bagi bajak laut. Pasalnya, meskipun seseorang memiliki log pose atau kompas khusus yang mampu memberikan arahan ke mana seseorang harus pergi, jika tanpa ada petunjuk dari Road Poneglyph niscaya mereka akan kesulitan menemukan pulau tersebut. Hal ini pernah Roger alami puluhan tahun lalu.
Dalam alur cerita kilas balik Kozuki Oden, Roger mengaku bahwa dia kesulitan untuk menemukan di mana keberadaan dari pulau terakhir. Karena, dia tidak bisa menerjemahkan apa isi dari Road Poneglyph yang dia temukan. Inilah yang menjadi alasan mengapa Roger ingin Kozuki Oden bergabung dengan kelompoknya. Karena, pada saat itu, hanya dia yang mampu membaca Road Poneglyph.
Baca Juga: Optimalisasi Status Gizi Anak Pasca Pandemi
Hasilnya, Roger pun berhasil menuju Laugh Tale dan menjadi raja bajak laut. Ini juga alasan mengapa bajak laut rela melakukan apa pun demi salinan Road Poneglyph, termasuk menyerang bajak laut lain.
Hal ini bisa kita lihat dalam chapter 1063 kemarin, di mana kelompok Blackbeard sengaja menyerang kelompok bajak laut Hati demi mencuri salinan Road Poneglyph. Bahkan, mereka juga rela menculik orang lain demi menerjemahkan tulisannya.
Dimana Lokasi Road Poneglyph Terakhir?
Sampai sejauh ini, Oda Sensei baru memperlihatkan tiga dari empat Road Poneglyph yang ada. Pertama, kita bisa menemukannya bersama suku Minks di Zou. Kedua, Road Poneglyph lainnya ada di tangan Big Mom di Whole Cake Island. Kemudian ketiga, yang baru saja berhasil Luffy, Kid, dan Law dapatkan, berasal dari wilayah Wano. Kelompok Topi Jerami sendiri berhasil mengumpulkan tiga salinan Road Poneglyph.
Hanya tinggal satu salinan Road Poneglyph lagi, sebelum kemudian mereka berhasil menuju pulau Lodestar dan barulah mereka tiba di Laugh Tale.
Ini yang kemudian menjadi salah satu misteri besar yang para fans nantikan jawabannya. Banyak spekulasi yang beredar di kalangan fans, jika Road Poneglyph keempat ada di sebuah wilayah tersembunyi dan sangat aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Ngamen di Pinggir Jalan Sepatan, Pinkan Mambo Raup Saweran Rp26 Juta dalam 3 Jam
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Big Match Semifinal Piala FA: Chelsea Bentrok Leeds, City Waspadai Soton
-
PSV Juara Liga Belanda 3 Kali Beruntun! Feyenoord Tersandung, Gelar Tak Terkejar
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Enam Kali Beraksi di Magetan, Petualangan Maling Motor Asal Sidoarjo Berakhir di Tangan Polisi
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan