- IHSG menguat 72,81 poin (0,89 persen) mencapai level 8.285 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 18 Februari 2026.
- Penguatan indeks didukung sentimen teknikal membaik, terlihat dari histogram positif pada indikator MACD dan Stochastic RSI.
- Perdagangan sesi I mencatat nilai transaksi Rp13,27 triliun, dengan 466 saham menguat dan 230 saham melemah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi pertama perdagangan Rabu, 18 Februari 2026 dengan naik 72,81 poin atau 0,89 persen ke level 8.285.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, penguatan ini mencerminkan mulai masuknya minat beli di tengah sentimen teknikal yang membaik.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat adanya pembentukan histogram positif pada indikator MACD yang mengindikasikan momentum penguatan mulai terbentuk.
Selain itu, indikator Stochastic RSI juga bergerak naik, memperkuat sinyal potensi lanjutan kenaikan indeks dalam jangka sangat pendek.
"Secara teknikal, terlihat pembentukan histogram positif MACD yang diikuti dengan indicator Stochastic RSI yang bergerak naik," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang bergerak fluktuatif cenderung menguat pada sesi kedua perdagangan hari ini. Phintraco memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang 8.250 hingga 8.300.
Level 8.250 dipandang sebagai area support intraday, sementara 8.300 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka ruang kenaikan lebih lanjut.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 28,43 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,27 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,81 juta kali.
Baca Juga: Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 466 saham bergerak naik, sedangkan 230 saham mengalami penurunan, dan 262 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, PART, ROCK, BESS, RMKO, INDS, RMKE, MERI, FOLK, PSKT, MINA, TEBE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, HILL, LINK, GROM, KPIG, BBLD, DEFI, SOFA, TRUK, VISI, NATO, FITT
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI