/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:44 WIB
Potret Kamaruddin Simanjuntak saat bersaksi dipengadilan (Suara. com)

Depok.suara.com, Proses persidangan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kian terbuka, satu persatu bukti skenario Ferdy Sambo dalam kasus tersebut pun makin terkuak.

Terlebih saat saat Kamaruddin Simanjuntak menyebut Putri Candrawathi sempat menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar usai Brigadir J dibunuh.

Hal tersebut diungkapkan Kamaruddin saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer.

Dalam persidangan tersebut, Kamaruddin berujar bahwa informasi tersebut berasal dari pesan WhatsApp.

"Informasi pertama yang saya dapatkan itu berupa WhatsApp disiapkan anggaran Rp5 miliar, yang menyiapkan Putri Candrawathi," ucap Kamaruddin seperti dilansir suara.com.


Namun, kata Kamaruddin, belakangan dirinya mendapat  informasi lagi hanya diberikan atau dijanjikan Rp1 miliar (untuk Eliezer).

"Sedangkan yang lain 500, 500 juta (Kuat dan Bripka Ricky Rizal). Kemudian ada juga kepada lembaga-lembaga, tapi ada juga lembaga yang menolak," katanya.

"Tapi apakah sudah diserahkan atau tidak saya tidak dapat informasi. Tetapi yang jelas ada informasi itu awlanya (disiapkan anggaran) 5 miliar. Tapi kemudian berubah jadi 1 milir 500, 500," sambungnya.

Selain menjanjikan hadiah uang, Kamarudding juga mengatakan, akan memberikan  handphone kepada Eliezer, Kuat, dan Ricky.

Baca Juga: 4 Kriteria Calon Menantu Idaman Geni Faruk, Fuji Termasuk?

"HP ini diberikan ibu Putri Candrawathi sebagai bentuk terima kasih telah membunuh. Diberikan kepada para terdakwa ini," ungkapnya.

"Informasi yang saudara terima sudah diberikan (HP)?," tanya jaksa penuntut umum atau JPU.

"Sudah, tapi informasi terakhir untuk uangnya masih berupa janji," jawab Kamaruddin.

"Diberikan setelah atau sebelum korban meninggal?," JPU kembali bertanya.

"Janji pemberian HP itu setelah meninggal," timpal Kamaruddin.

Sumber: Suara.com

Load More