/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:16 WIB
Momen orang tua Brigadir J duduk di depan majelis hakim. Bharada E langsung menghampiri mereka.

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA-Peristiwa mengharukan terjadi kala Bharada Richard Eliezer bertemu langsung dengan orang tua Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (25/10/2022).

Sebelum sidang dimulai, orang tua Brigadir J duduk di depan majelis hakim. Bharada E langsung menghampiri mereka.

Ini adalah momentum yang ditunggu Bharada E. Setelah sebelumnya, ia hanya bisa menyampaikan permohonan maaf melalui media karena berada di tahanan. 

Bharada E terlihat emosional saat melihat orang tua Brigadir J, sahabat yang ia tembak karena perintah jenderal. 

Bharada E langsung merendahkan tubuhnya di hadapan orang tua itu. Ia berlutut di depan ayah Brigadir J dan mencium tangannya. 

Tidak hanya kepada sang ayah, Bharada E juga berlutut kepada ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak.

Ayah Brigadir J tak marah ke Bharada E meski karenanya ia harus kehilangan putera. Ia menyambut niat baik anak tersebut. Ia memegang pundak dan mengelus kepala Bharada E saat dia berlutut di depannya. 

Sebelumnya , Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan bahwa kliennya  akan meminta maaf kepada orang tua Brigadir J secara langsung.

Ia pun berharap permintaan maaf Bharada E tersebut diterima dan dimaafkan oleh keluarga.

Baca Juga: 177 Orang Mengungsi Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Purbalingga

Pada persidangan sebelumnya, seusai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Bharada Eliezer (E) sempat menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga Yosua. Suasana berubah haru karena Bharada E menyampaikan permintaan maaf sembari menangis. 

Dia pun berharap permohonan maafnya dapat diterima.

"Mohon izin sekali lagi saya menyampaikan turut berbelangsungkawa yang sedalam-dalamnya untuk kejadiannya yang telah menimpa almarhum Bang Yos.  Bapak - Ibu, Reza, serta seluruh keluarga besar Bang Yos, saya memohon maaf," tutur Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip dari suara.com

Selain menyampaikan permohonan maaf, Eliezer juga menyampaikan penyesalannya atas perbuatan yang telah dilakukannya. 

Sebagai anggota, ia tak kuasa menolak perintah Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Yosua. Ia menyadari hanya anggota berpangkat jauh lebih rendah dari atasannya yang berpangkat jenderal. 

"Saya sangat menyesali perbuatan saya, namun saya ingin menyatakan bahwa saya hanyalah seorang anggota yang tidak memiliki kemampuan untuk menolak perintah dari seorang jenderal," jelasnya. (Iruma cezza)

Load More