PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA-Peristiwa mengharukan terjadi kala Bharada Richard Eliezer bertemu langsung dengan orang tua Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (25/10/2022).
Sebelum sidang dimulai, orang tua Brigadir J duduk di depan majelis hakim. Bharada E langsung menghampiri mereka.
Ini adalah momentum yang ditunggu Bharada E. Setelah sebelumnya, ia hanya bisa menyampaikan permohonan maaf melalui media karena berada di tahanan.
Bharada E terlihat emosional saat melihat orang tua Brigadir J, sahabat yang ia tembak karena perintah jenderal.
Bharada E langsung merendahkan tubuhnya di hadapan orang tua itu. Ia berlutut di depan ayah Brigadir J dan mencium tangannya.
Tidak hanya kepada sang ayah, Bharada E juga berlutut kepada ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak.
Ayah Brigadir J tak marah ke Bharada E meski karenanya ia harus kehilangan putera. Ia menyambut niat baik anak tersebut. Ia memegang pundak dan mengelus kepala Bharada E saat dia berlutut di depannya.
Sebelumnya , Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan bahwa kliennya akan meminta maaf kepada orang tua Brigadir J secara langsung.
Ia pun berharap permintaan maaf Bharada E tersebut diterima dan dimaafkan oleh keluarga.
Baca Juga: 177 Orang Mengungsi Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Purbalingga
Pada persidangan sebelumnya, seusai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Bharada Eliezer (E) sempat menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga Yosua. Suasana berubah haru karena Bharada E menyampaikan permintaan maaf sembari menangis.
Dia pun berharap permohonan maafnya dapat diterima.
"Mohon izin sekali lagi saya menyampaikan turut berbelangsungkawa yang sedalam-dalamnya untuk kejadiannya yang telah menimpa almarhum Bang Yos. Bapak - Ibu, Reza, serta seluruh keluarga besar Bang Yos, saya memohon maaf," tutur Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip dari suara.com
Selain menyampaikan permohonan maaf, Eliezer juga menyampaikan penyesalannya atas perbuatan yang telah dilakukannya.
Sebagai anggota, ia tak kuasa menolak perintah Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Yosua. Ia menyadari hanya anggota berpangkat jauh lebih rendah dari atasannya yang berpangkat jenderal.
"Saya sangat menyesali perbuatan saya, namun saya ingin menyatakan bahwa saya hanyalah seorang anggota yang tidak memiliki kemampuan untuk menolak perintah dari seorang jenderal," jelasnya. (Iruma cezza)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Biar Tak Bingung, Simak Silsilah Grup Otomotif China di Indonesia: MG dan Wuling Sekeluarga, BYD?
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Momen Kapolres Rohil Main HP saat Wakapolda Riau Bahas Pemberantasan Narkoba
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
Oppo Pad Mini Debut Global 21 April, Bawa Layar 144 Hz dan Chip Flagship Snapdragon
-
Dikritik Undang Anak Korban Pelecehan, Denny Sumargo Klarifikasi: Demi Atensi Hukum
-
Cardfight!! Vanguard Umumkan Anime Baru 2027 dan Arc Penutup Seri Divinez