- AMDATARA menegaskan industri AMDK harus menyeimbangkan kebutuhan produksi ekonomi dengan pelestarian lingkungan serta ketersediaan air bagi masyarakat luas.
- Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat riset berbasis sains serta regulasi guna mencegah krisis air di masa depan.
- Badan Geologi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengawasi pemanfaatan air tanah serta menjamin akses air bersih berkelanjutan.
Suara.com - Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan ekspansi industri air minum dalam kemasan (AMDK), isu pengelolaan sumber daya air berkelanjutan kembali menjadi sorotan.
Pemanfaatan air tanah yang terus meningkat dinilai perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola, riset berbasis sains, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan agar tidak memicu krisis air di masa depan.
Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menilai pengelolaan sumber daya air tidak lagi bisa hanya berfokus pada aspek pemanfaatan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan industri AMDK menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dengan upaya konservasi sumber daya air. Menurutnya, pengelolaan air yang berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat serta kebijakan berbasis data ilmiah.
“Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan agar kebutuhan industri tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujar Karyanto di Jakarta.
Menurutnya, penguatan riset dan kajian ilmiah menjadi penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan air tidak hanya berorientasi jangka pendek. Pendekatan berbasis sains dinilai diperlukan untuk memantau kondisi air tanah, daya dukung lingkungan, hingga potensi risiko krisis air di berbagai wilayah.
AMDATARA menyebut sejumlah langkah konservasi mulai dilakukan pelaku industri, seperti pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, hingga pemantauan air tanah secara berkala. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya air.
Di sisi lain, pemerintah juga menilai pengelolaan sumber daya air membutuhkan kolaborasi lintas pihak, termasuk antara regulator dan industri. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, mengatakan sinergi diperlukan untuk memperkuat pengawasan, kepatuhan regulasi, serta memastikan akses air bersih tetap terjaga.
“Kami berharap pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat kerja sama antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan,” kata Lana.
Baca Juga: Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi
-
Rp 1,3 Triliun Digelontorkan untuk Pembangunan Jalan di Sumut
-
Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara
-
Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat
-
Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya
-
Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total
-
Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS
-
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal