/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:27 WIB
Potret ilustrasi (Depok/dok/ist)

Depok.suara.com, Nasib malang dialami oleh seorang pembantu rumah tangga Riski Nur Askia asal Cianjur Jawa Barat yang bekerja disalah satu rumah di Depok.

Alih alih dapat mengejar impian dengan bekerja sebagai PRT, Riski Nur Askia  malah jadi korban kekerasan dan tindakan tak senonoh dari pasangan suami istri (pasutri) sang majikan.

Salah seorang kerabat dari Riski Nur Askia, Ceceng mengatakan bahwa tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh majikannya lantaran merasa tidak puas dengan kinerja Riski sebagai PRT.

Bahkan kata Ceceng, Riski Nur Askia sampai diminta melucuti pakaiannya dan direkam oleh sang majikan dengan alasan tidak puas dengan hasil kerja.

"Kenapa adanya pelucutan baju karena menurut Rizki karena pada saat dia kerja cuci piring. Nah, hasilnya cuciannya menurut majikannya belum bersih masih bau sabun dan itu harus dicuci ulang lagi," kata Ceceng saat konferensi pers secara virtual, Rabu (26/10/2022) seperti dikutip suara.com.

Setelah merekam Riski yang bajunya telah dilucuti, kaya Ceceng, rekaman itu dijadikan alat untuk mengancam apabila Riski berani melaporkan tindakan tersebut ke orang lain.

Tak hanya itu, Ceceng juga membeberkan bahwa  pernah satu waktu, Riski  ditelanjangi oleh majikannya dan disuruh tidur di balkon semalaman.

"Dia disuruh tidur di balkon dengan telanjang bulat dia tidur disitu dan disiram pakai air mineral," ucapnya.

Penelanjangan itu hanya satu dari sederet praktik kekerasan yang dilakukan majikan terhadap Riski. Pemukulan dan penendangan juga termasuk yang pernah dialami Riski semenjak menjadi PRT di tempat kerjanya.

Baca Juga: Kondisi Terkini Adik Bertrand Antolin yang Ditabrak Mobil di Kemang

Selain itu, kata Ceceng, yang paling tidak manusiawi ialah ketika Riski mengantuk ketika sedang menyetrika. Majikannya menyuruh pembantu lainnya untuk mengiris cabai dan mencampurinya dengan air dalam mangkuk.

"Air cabai itu lantas disiram ke wajah Riski. Kata Ceceng, Riski juga pernah disiram oleh air bubuk lada," katanya.

"Dan perlakuan itu dilakukan berulang kali. Itu bukan sama air cabai saja, itu sama bumbu Ladaku dikasih air dimasukin ke alat disemprotin ke matanya."bebernya.

Sumber: suara.com

Load More