/
Selasa, 01 November 2022 | 16:19 WIB
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo (Kolase)

Depok.suara.com - Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menyatakan penyesalannya atas pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J. Hal ini disampaikannya kepada orang tua Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022).

Putri Candrawathi menyampaikan turut berduka kepada Samuel dan Rosti atas meninggalnya Yosua. Dirinya pun mengaku tidak sama sekali ingin Brigadir J terbunuh.

"Izinkan saya atas nama keluarga mengantarkan turut berduka terhadap ibu dan ayah Samuel Hutabarat beserta keluarga atas berpulangnya ananda Brigadir Yosua," kata Putri sambil menangis.

Putri mengaku sejatinya dirinya tidak ingin Yosua diakhiri hidupnya dengan cara dibunuh. Kejadian itu, kata Putri, sangat membekas di hatinya.

"Saya dan Bapak Ferdy Sambo tidak sedetik pun menginginkan kejadian seperti ini terjadi di dalam kehidupan keluarga kami. Yang membawa luka di dalam hati saya dan keluarga," ucap Putri dengan nada bergetar.

Putri menyebut dirinya bisa merasakan rasa sakit atas kehilangan seorang anak. Tak lupa, Putri menyampaikan permohonan maaf kepada Samuel dan Rosti.

"Saya juga sebagai seorang ibu, bisa merasakan duka yang dialami ibu sebagai ibunda dari Yosua yang mengalami kehilangan seorang anak," ujar dia.

Sambo Minta Maaf dan Menyesal

Sebelumnya, Ferdy Sambo lebih dulu menyampaikan permohonan maaf ke ayah Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat.

Baca Juga: Sebut Korban Aziz, Lansia Predator Anak di Tangsel Capai 28 Orang, Warga: Dipegang Dada dan Kemaluannya

Permohonan maaf itu disampaikan Sambo seusai mendengar kesaksian Samuel dan ibu Brigadir Yosua, Rosti Simajuntak dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.

"Saya mohon maaf atas apa yang telah diperbuat atau dilakukan," ucap Sambo dengan wajah memelas.

Sambo mengaku kini ia memahami perasaan Rosti dan Samuel. Dia mengaku dipenuhi kemarahan saat mengeksekusi Yosua.

"Bapak dan Ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan bapak. Saya sangat menyesal, saat itu saya tidak mampu mengontrol emosi dan tidak jernih," kata Sambo.

"Bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak kepada istri saya," imbuhnya.

Sumber: Suara.com

Load More