Depok.suara.com - Jika ada tragedi yang bisa dicegah, tidak ada yang akan ragu untuk mengambil tindakan. Juga, jika ada pertanda kecelakaan yang mengerikan, orang akan mengambil tindakan untuk mencegahnya. Inilah yang ada di benak banyak warga Korea Selatan yang masih trauma dengan tragedi Itaewon yang terjadi akhir pekan lalu.
Tragedi Itaewon yang mengejutkan masih membekas di hati banyak orang Korea Selatan, karena banyak nyawa muda hilang dalam kecelakaan yang memilukan itu. Setelah insiden itu terjadi pada 29 Oktober, penyelidikan mulai dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan yang terjadi di gang sempit di Itaewon itu.
Sejauh ini, banyak rekaman pengawasan dan video di media sosial yang mengungkapkan bahwa beberapa orang di antara kerumunan mulai berteriak "Tekan, dorong," menyebabkan sekelompok orang mendorong semua orang secara agresif.
Netizen Korea Selatan juga bertanya-tanya mengapa tidak ada lagi petugas polisi di tempat kejadian untuk mengendalikan kerumunan sebelum terjadinya kecelakaan. Pertanyaan ini semakin banyak ditanyakan setelah terungkap bahwa seorang streamer telah melaporkan ke polisi tentang lonjakan massa 1 jam sebelum kecelakaan.
Selain itu, baru-baru ini ditemukan bahwa ada puluhan laporan yang dibuat ke polisi oleh warga di Itaewon yang meminta agar polisi dikirim untuk mengendalikan massa. Sejumlah transkrip mengungkapkan bahwa warga Korea Selatan yang berbeda membuat beberapa panggilan ke polisi untuk memperingatkan tentang lonjakan massa yang besar.
Banyak yang memberikan laporan detail tentang lokasi – gang di stasiun kereta Itaewon tempat tragedi itu terjadi. Setiap laporan juga meminta agar polisi dikirim untuk membubarkan massa dan mengendalikan arus orang ke daerah itu.
Namun demikian, tidak banyak polisi yang ditempatkan di area tersebut dan ternyata tidak mampu mengendalikan massa yang berujung pada kecelakaan maut tersebut. Itulah sebabnya banyak orang Korea menyalahkan polisi karena kurangnya responden yang dikirim ke tempat kejadian ketika laporan dibuat beberapa jam sebelum kecelakaan.
K-netizens berkomentar:
"Apa yang mereka lakukan? tidak mengirim polisi ke sana?"
"Kecelakaan ini sebenarnya bisa dicegah, itu sebabnya saya menjadi sangat marah,"
"Begitu banyak orang yang melapor ke polisi,"
"Orang-orang memperingatkan bahwa akan ada kecelakaan tetapi hanya ada sedikit polisi,"
"Apa yang mereka lakukan bahkan jika begitu banyak panggilan dilakukan,"
"Laporan ini sangat terperinci dan memberikan lokasi yang terperinci,"
"Saya harap semua orang yang mengenali bahaya dan membuat laporan semuanya aman,"
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim