/
Senin, 07 November 2022 | 11:30 WIB
Tangkapan layar YouTube

Depok.suara.com - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri meminta agar negara-negara untuk menahan diri. Hal ini karena kekhawatirannya tentang kondisi dunia yang tengah mabuk, bahkan bisa memicu perang.

"Tentu, sebagai penggagas gerakan Non-Blok, peran bangsa Indonesia wajib menghalangi segala gerakan-gerakan persenjataan oleh negara-negara lain," kata Megawati saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective di Gedung ANRI, Jakarta, Senin yang dimuat 

"Kalau sekarang 'kan semua orang mengatakan bahwa hak asasi manusia, itu sangat betul lho. Makanya, itu harus diingatkan terus hak asasi manusia itu, di Indonesia sudah ada perikemanusiaan," ujarnya.

Dirinya kemudian menyampaikan sejumlah potensi perang yang dilakukan oleh negara-negara dunia, seperti perang asimetris, proxy war, perang dagang, perang persenjataan, dan perang hegemoni.

Disebutnya perang-perang itu memiliki potensi eskalasi dengan cepat dan mengkhawatirkan semua negara. Bahkan bila dunia telah rusak tentunya akan berdampak pada manusia.

“Tolong diingat, kita itu di dunia hidup bersama, manusia. Masa terus nanti dunia rusak morat-marit, memangnya semua orang bisa dibawa ke bulan kah atau mars kah?” lanjutnya.

Oleh karena itu, Megawati mengajak negara-negara Non-Blok untuk memperkuat gerak solidaritas antarbangsa.

"Mau ke mana sih kapal kita ini? Kita itu bukan Indonesia saja lho. Kalau itu sebuah kapal, Bung Karno sampai bicara leidstar, bintang penerang. Itu 'kan sebetulnya tujuan, 'kan bintang enggak pindah, di sana saja," kata Megawati.

Ia meminta semua pihak mengobarkan kembali spirit Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non-Blok, dan Konferensi Trikontinental, untuk bisa mengupayakan, mewujudkan perdamaian abadi.

Baca Juga: Doa Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti untuk Gerard Pique

"Jangan pernah lelah berjuang, terus tiada henti-hentinya menyuarakan setop perang, pelucutan senjata massal," kata Megawati.

Load More