Depok.suara.com, Terkait adanya relokasi SD Pondokcina 1 Jalan Raya Margonda yang akan direlokasi lantaran ada rencana pembangunan masjid, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Babai Suhaemi mengaku bahwa pihak tidak terlibat dalam pembahasan tersebut alias tidak diajak bicara oleh Pemkot.
"Apa tujuannya sekolah ini harus diubah menjadi masjid. Apakah memang betul di sini dibutuhkan betul keberadaan masjid itu? seperti itu. Ini juga tidak pernah dibicarakan,” Babai ketika melakukan audiensi dengan wali murid di SDN Pondok Cina 1, Kamis (10/11).
Lebih lanjut Babai mengatakan, dirinya mengakui memang sebelumnya Gubernur Jawa Barat memang sempat datang ke Depok. Namun setelah itu tidak ada komunikasi lagi.
“Tanpa ada komunikasi lagi bahwa ini mau dibongkar untuk dibangun masjid,” ujarnya.
Secara etika politik, kata Babai, pemerintahan tidak boleh dilakukan secara sepihak. Karena apapun yang dibangun oleh pemerintah harus melibatkan banyak pihak untuk diajak bicara.
Karena kata Babai, Hasil dari pembangunan tersebut nantinya akan dinikmati oleh warga juga.
“Pertanyaanya adalah apakah pemerintah pernah bertanya kepada wali murid ini setuju nggak dipindah. Pernah nggak ditanya?,” katanya.
Menurutnya, ini jelas sangat menyalahi etika di dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, kata dia, pemkot tidak pernah mengajak bicara kepada DPRD mengenai hal tersebut.
“Dan blum pernah juga dibahas di dalam forum resmi DPRD, anggarannya dari provinsi berapa nilainya. Sudah masuk di APBD 2022 ini berapa nilainya kemudian kapan ditendernya, dan kapan dilaksanakannya, kapan dednya dibuat dan seterusnya itu tidak pernah dibicarakan sehingga kalau sekarang terjadi penolakan menurut saya hal yang wajar,” ujarnya.
Baca Juga: Kronologi Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Jadi Korban Tabrak Lari di Harapan Indah
Selain itu, kata Babai, pemkot tidak memberikan kepastian kepada wali murid mengenai relokasi.
Jika sudah ada kepastian dimana sekolah baru untuk murid-murid maka orang tua juga akan tenang menerima.
“Ini yang sangat saya sayangkan kami dari DPRD terhadap sikap yang dilakukan Pemkot. Hari ini saya turun ingin mendalami secara langsung,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Ketika Negara Tidak Kompak, Rakyat Harus Apa?
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?
-
Manggala Agni 'Gempur' Karhutla Seluas 7 Hektare di Rokan Hilir
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Shio Apa yang Kaya? Rahasia Kekayaan Menurut Zodiak Cina