Depok.suara.com - Sosok Elon Musk yang hadir dalam acara B20 Summit menjadi salah satu acara KTT G-20 Bali yang berlangsung 15-16 November 2022 yang menyita perhatian publik. Hal ini karena dirinya yang hadir dengan latar yang gelap.
Dirinya pun dengan santainya mengatakan bahwa kondisi rumahnya sedang mati lampu. Hal ini membuat para hadirin tergelak tawanya.
“Maaf sedang mati lampu. Saya jadi terlihat seperti zombie di sebuah ruangan yang gelap,” ujarnya seperti dikutip dari Suara.com.
Pernyataan pemilik Twitter yang mengaku rumahnya mati lampu pun jadi viral di laman media sosial. Banyak netizen asal Indonesia seolah tak percaya listrik rumah Elon Musk bisa mati.
Mengutip dari laman Forbes, per 22 Mei 2022, Elon Musk masih menjadi orang terkaya di dunia. Kekayaan Elon berasal dari perusahaan Tesla dan perusahaan roket luar angkasa, SpaceX.
Per 22 Mei 2022, kekayaan Elon Musk mencapai Rp 3.041 Triliun atau setara dengan 207,3 millar dolar AS.
Sementara jika merujuk pada Forbes Oktober 2022, pasca ia membeli Twitter, kekayaan Elon Musk mencapai Rp 3.440 triliun atau 221,5 milliar dolar AS.
Total kekayaan itu naik sebesar 330 juta dollar AS atau setara dengan Rp 5,1 triliun.
Menariknya, pada laporan bulan yang sama, Elon Musk disebut-sebut dalam kurun waktu satu tahun nilai kekayaannnya menyusut lebih dari 100 milliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 4650 triliun dengan kurs Rp 15.500 per dolar Amerika Serikat.
Elon Musk Pakai Batik Bomba
Elon Musk saat hadir di konfrensi tersebut mengenakan baju batik Bomba, batik khas dari Sulawesi Tengah.
Batik Bomba yang dikenakan Musk berwarna hijau. Dikutip dari berbagai sumber, kata Bomba memiliki arti keterbukaan dan kebersamaan.
Batik Bomba memiliki cukup banyak motif. Motif yang paling banyak digemari oleh masyarakat ialah bunga cengkeh, sambulugana dan taiganja.
Dari ketiga motif tersebut juga memiliki makna dan arti yang berbeda-beda. Motif cengkeh misalnya berasal dari komoditas perkebunan cengkeh yang jadi andalan di Kabupaten Tolitoli.
Sementara motif Sambulugana merupakan motif gabungan dari tanaman pinang dan siri. Biasanya motif ini dipakai sebagai pelengkap upacara adat meminang masyarakat Kaili di Palu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi