Depok.suara.com, Tujuh relawan perawat dari DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Depok diberangkatkan untuk turut membantu para Korban Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur.
Ketua DPD PPNI Kota Depok Ade Suhendri mengatakan, selain memberangkatkan tujuh orang relawan ke Cianjur, pihaknya juga membawa 2 unit mobil ambulans dan 1 unit mobil operasional untuk memudahkan tugas para relawan.
"Selain itu, kami juga membawa sejumlah alat kesehatan dan obat-obatan hingga makanan siap saji," ujarnya kepada depok.suara.com usai pemberangkatan di Kantor DPD PPNI Depok, Selasa( 23/11/2022).
Nantinya, kata Ade Suhendri, para relawan perawat tersebut akan bersinergi dan bergabung PPNI Jabar dan aparat terkait untuk membantu para korban.
"Semoga para relawan perawat PPNI Depok dapat membantu para korban yang membutuhkan perawatan medis serta dapat memberikan pelayanan yang maksimal," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Depok Supian Suri yang turut melepas keberangkatan para relawan mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi langkah dari PPN Depok yang turut serta mengirim relawan ke Kabupaten Cianjur untuk membantu para korban gempa bumi.
"Semoga para relawan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada saudara saudara di Kabupaten Cianjur yang sedang terkena musibah," kata Supian.
Lebih lanjut Supian Suri menuturkan, para relawan yang diberangkatkan ke lokasi diharapkan dapat bersinergi dengan seluruh aparat terkait di lokasi agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.
"Sinergitas sangat diperlukan disana, untuk itu semua rekan rekan relawan yang berangkat diharapkan dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan," tuturnya
Baca Juga: Kelewat Bucin, Ucapan Ultah Justin Bieber Buat Hailey Baldwin Bikin Meleleh
"Karena ini salah satu wujud kepedulian warga Kota Depok untuk turut serta membantu meringankan beban para saudara saudara kita di Kabupaten Cianjur," pungkasnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026