Depok.suara.com, Dalam upaya mendukung program kurikulum merdeka para tutor dan ketua Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) yang tergabung di Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional Kota Depok mengikuti Bimbingan Teknis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Impelementasi Kurikulum merdeka(IKM).
Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Bimbingan Teknis Dery Sasmita kepada wartawan mengatakan bimtek AKM dan IKM diikuti oleh tutor kesetaraan dan ketua PKBM se-Kota Depok sekitar 100 peserta.
"Di kegiatan ini kami mendatangkan Fauzi Eko Prayono yang merupakan seorang tokoh pendidikan kesetaraan sekaligus pembina FTPKN nasional,"katanya
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto, Kepala Seksi Paud Dikmas Dinas Pendidikan Kota Depok Bambang Pramudiono,
H.Naimun selakun Ketua Forum Tutor, dan
penilik.
Dia mengatakan pelatihan atau bimbingan teknis ini bertujuan untuk membantu tutor dalam memahami bagaimana jenis jenis soal Asesmen Kompetensi Minimum sekaligus praktik dalam membuat soal AKM.
Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM) Kota Depok Supriyadi menambahkan manfaat dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi tutor dan meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik yang profesional.
Dia menambahkan bimtek ini juga untuk meningkatkan kemampuan tutor dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
"Diharapkan bahwa peserta mampu meningkatkan kemampuan pengelola PKBM dalam memahami pemenuhan Standar Kompetensi Kelulusan, mendorong PKBM untuk lebih tertib dalam mempersiapkan administrasi Perangkat Kurikulum, menciptakan tertib administrasi,"katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto mengapresiasi kegiatan Bimtek yang dilakukan oleh PKBM dan Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional Depok dalam upaya meningkatkan kompetensi mutu dan kualitas para tutor.
Baca Juga: Warga Jabar dan Jateng Siap-siap, Hanya Bisa Saksikan TV Digital Mulai Besok
"Mereka mandiri menggelar kegiatan Bimtek, kami apresiasi mereka, mudah mudahan ditahun depan kita berikan dana untuk melakukan kegiatan seperti ini,"katanya.
Dia berpesan agar para peserta yang sudah mengikuti bimtek ini dapat mengimpelementasikannya sehingga dapat menciptakan pendidikan yang berkarakter.
Koordinator Fungsi Kesetaraan, Dit PMPK
Fauzi Eko Pranyono, memberikan pemaparan tentang Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Kesetaraan.
Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar ditindak lanjuti dengan Implementasi kurikulum Merdeka ditujukan kepada guru, para kepala sekolah, kepala madrasah, dan kepala PKBM dalam mempersiapkan keterlibatannya pada Kurikulum Merdeka pada tahun ini hingga kedepanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
4 Padu Padan Outfit Stripe ala Jisoo BLACKPINK, Buat yang Suka Gaya Preppy!
-
20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Untuk Ibu-ibu Alat Rumah Tangga Murah
-
Konflik Mees Hilgers vs FC Twente Meruncing, UEFA Diminta Turun Tangan
-
Penerbitan Akta Kelahiran Kini Didigitalisasi, Pemerintah Hadirkan Layanan Publik Terintegrasi
-
5 Zodiak Paling Sabar, Dikenal Selalu Tenang dan Pandai Mengendalikan Emosi
-
Ekspor Jateng Tembus 7 Miliar Dolar, Sarif Abdillah: Jangan Cuma Jual Bahan Baku!
-
Pengacara Gus Yaqut Bantah KPK Sita Rp 100 Miliar dari Rumah Eks Menag
-
4 Rekomendasi AC Inverter 1 PK Harga Rp3 jutaan yang Dingin dan Hemat Listrik
-
Shin Tae-yog Boyong Persija TC ke Thailand, Satu Pemain Keturunan Ditinggal Gegara Ini
-
GIIAS Ramai, Mobil Laris: Ekonomi Baik-baik Saja atau Kita Makin Timpang?