Depok.suara.com - Gunung Api Semeru yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia telah meletus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memposting gambar di media sosial yang menunjukkan gumpalan abu putih dan abu-abu membubung ke langit.
Pusat penasehat abu vulkanik Australia di Darwin memperkirakan gumpalan abu mencapai ketinggian sekitar 15 kilometer.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan letusan terjadi pada pukul 09:18 waktu setempat, pada hari Minggu dan satelit cuaca Himawari-9 mengamati penyebaran abu vulkanik.
Dimuat dari NHK Media, badan tersebut juga memeriksa apakah letusan tersebut telah menyebabkan tsunami yang dapat mempengaruhi Jepang.
Dikatakan tidak ada perubahan signifikan pada tingkat pasang surut yang diamati di sepanjang pantai Jepang sejauh ini.
Pejabat cuaca Jepang menambahkan bahwa tidak ada perubahan tekanan atmosfer tertentu yang diamati di negara itu sejak letusan.
"Letusan besar yang jauh terkadang dapat menyebabkan perubahan tekanan atmosfer, yang menyebabkan perubahan tingkat pasang surut," tulis pihak Badan Meteorologi Jepang.
Tetapi para pejabat mengatakan orang-orang harus tetap mendapat informasi terbaru.
Badan tersebut mulai merilis informasi tentang pasang surut dan tingkat tekanan atmosfer di sekitar Jepang setelah letusan gunung berapi besar yang jauh dari negara Pasifik Selatan Tonga menyebabkan perubahan seperti itu di Jepang.
Baca Juga: 4 Manfaat yang Bisa Didapatkan saat Memelihara Kucing
Badan tersebut merilis informasi tersebut jika gumpalan abu mencapai ketinggian 15 kilometer.
Gunung Semeru meletus
Gunung Semeru kembali erupsi. Erupsi yang terjadi sejak pukul 02.46 WIB-06.00 WIB, Sabtu (4/12/2022) ditandai dengan mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 7 Km. APG tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB dari puncak ke arah Besuk Kobokan.
Untuk antisipasi korban jiwa, dalam kejadian Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, langsung lakukan pemantauan di pos pemantauan Gunung Semeru.
“Awan panas, saat ini masih berlangsung dengan jarak antara 5 sampai 7 kilometer. Pos pantau kita jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari puncak,” jelas Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, yang dilansir dari bnpb.go.id, Minggu (4/12/2022).
Abu vulkanik yang dimuntahkan dari Gunung Semeru, membumbung tinggi ke atas dengan mengarah ke selatan, Rowo Baung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!