Belakangan Ini sejumlah wilayah di Indonesia mengalami bencana secara bergantian, mulai dari gempa bumi hingga letusan gunung berapi.
Gempa terjadi pertama kali di daerah Cianjur Jawa Barat pada tanggal , gempa berkekuatan 5,6 skala richter mengguncang daerah tersebut, belum usai duka gempa yang dialami Cianjur berikutnya gempa kembali mengguncang kini daerah Garut Jawa Barat di guncang dengan kekuatan 6,4 skala richter, belum selesai kekhawatiran gunung Semeru kembali erupsi menyebabkan kepanikan pada warga sekitar.
Mungkin sebagian dari kita bertanya tanya mengapa negara Indonesia sering terjadi bencana alam terutama yang di sebabkan oleh gempa bumi.
Gayatri Indah Marliyani selaku pakar Tektonik Aktif Geologi Gempa Bumi dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM menyampaikan, di Indonesia gempa memang masih akan sering terjadi.
Penyebab utamanya adalah wilayah Geografis Indonesia merupakan wilayah di langsung pada pertemuan lempeng bumi atau yang sering disebut lempeng tektonik.
Menurut Indah pertemuan pada lempeng tektonik di wilayah Indonesia merupakan yang paling aktif di dunia, maka tak heran wilayah di Indonesia akan sering terjadi gempa bumi.
Selain letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan lempeng tektonik, letak geografis Indonesia juga dikenal sebagai wilayah yang dilalui cincin api pasifik atau (Ring Of Fire), maka tak heran jika banyak gunung berapi aktif di Indonesia.
Khususnya daerah yang berada dekat dengan gunung berapi yang aktif harus sedikit berhati-hati karena gunung berapi aktif bisa saja sewaktu waktu meletus dan menyebabkan kerusakan sementara, karena wilayah yang berdekatan dengan gunung berapi cenderung subur untuk di jadikan lahan pertanian.
Maka letak geografis Indonesia inilah yang menjadi faktor sering terjadinya bencana tersebut, maka harus ada penanganan bencana alam yang harus dijadikan standar pemerintah pada wilayah yang rawan gempa, seperti jalur evakuasi, standar bangunan yang tahan gempa dan edukasi menghadapi bencana tersebut.
Baca Juga: Benarkah Erupsi Gunung Semeru Bisa Picu Tsunami Di Jepang, Ini Penjelasan BMKG
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan
-
Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan
-
Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir