Depok.suara.com, Kedatangan Satpol PP bersamaan dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Wijayanto, ke SDN Pondokcina 1 memicu keributan orangtua murid yang sedang menunggui anak-anaknya.
Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Oparis Simanjutak yang saat itu berada di SD Pondokcina 1 menyesalkan kedatangan Satpol PP Kota Depok ke SDN Pondok Cina 1 saat pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS).
Ia mengatakan, Pemkot Depok sebaiknya tidak memperkeruh suasana dan mengganggu siswa yang sedang ujian.
“Saya memantau di lokasi sejak sebelum ujian dimulai pukul 7 pagi dan situasinya kondusif. Untuk apa Satpol PP datang kalau tidak ada masalah?” ujar Oparis kepada wartawan.
Oparis yang ada di lokasi langsung menengahi dan berbicara dengan Wijayanto.
“Beliau mengaku melakukan inspeksi sebagai Kadisdik dan tidak tahu kalau Satpol PP mengikuti,”katanya.
Terkait rencana penggusuran lahan sekolah setelah PAS, Oparis meminta Pemkot Depok tidak terburu-buru.
“Seharusnya Pemkot mengajak diskusi orangtua murid untuk mencari solusi yang bisa diterima semua pihak," ujarnya.
Menurut Oparis, SDN Pondok Cina 1 yang berakreditasi A dan menjadi salah satu sekolah favorit seharusnya dipertahankan.
Baca Juga: 5 Makanan yang Bikin Kulit Sehat dan Bercahaya, Yuk Coba Konsumsi!
“Memecah sekolah favorit yang sudah berdiri puluhan tahun ke dua sekolah lain jelas bukan solusi yang tepat. Keputusan ini malah menganggu kegiatan belajar mengajar di tiga SDN di Pondok Cina,” ujarnya.
Karena itu, Oparis yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Depok mendesak agar penggusuran ditunda hingga ada solusi terbaik yang diterima semua pihak.
Di luar kedatangan Kadisdik dan Satpol PP, pelaksanaan PAS hari pertama di SDN Pondok Cina 1 berjalan dengan lancar.
Ujian yang dimulai pukul 07.00 WIB berakhir pada pukul 10.30 WIB untuk dua mata pelajaran.
Sekitar 200 dari 362 siswa mengikuti ujian di SDN Pondok Cina 1, sisanya terbagi di SDN Pondok Cina 3 dan SDN Pondok Cina 5.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar