Depok.suara.com, Pasca pernyataan kontroversial yang menyebabkan perseteruan dengan Manchester United, Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian publik lantaran dikabarkan menolak dalam sesi latihan bersama timnas Portugal.
Melansir laman Daily Star, Kamis (8/12/2022), Cristiano Ronaldo dikabarkan menolak untuk berlatih dengan pemain cadangan Portugal dan lebih memilih latihan gym bersama pemain andalan atau starting XI Selecao das Quinas.
Hal tersebut lantaran Ronaldo hanya menjadi pemain cadangan dalam kemenangan 6-1 timnya atas Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2022, Rabu (7/12/2022) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo dimasukan pelatih pada menit ke-74 sehingga tak memberikan perubahan signifikan.
Karena cuma tampil sebentar di laga terakhir, Ronaldo seharusnya berlatih bersama para pemain cadangan untuk menjaga fisik dengan intensitas latihan yang lebih tinggi.
Sementara itu, melansir laman Marca, skuad Portugal terkejut ketika Ronaldo tak muncul dalam sesi latihan bersama pemain cadangan. Pasalnya, dia tidak mengalami cedera dan tidak punya alasan untuk berlatih di gym.
Keputusan Santos untuk mencoret Ronaldo mengakhiri rentetan 31 pertandingan yang dimulai mantan penyerang Real Madrid itu di turnamen internasional besar, sejak Euro 2008.
Manajer veteran berusia 68 tahun yang telah bertanggung jawab memimpin negaranya sejak 2014, kurang senang dengan reaksi CR7 yang ditarik keluar pada menit ke-65 ketika kalah 1-2 melawan Korea Selatan di matchday terakhir Grup H.
Seperti yang telah disaksikan oleh para penggemar United sebelumnya musim ini, Ronaldo merajuk ke bangku cadangan untuk menunjukkan ketidakpuasan akan keputusan sang pelatih.
Baca Juga: Perkuat Transformasi Budaya Kerja, Semen Gresik Gelar Internalisasi Core Values AKHLAK
Media-media Portugal melaporkan bahwa Ronaldo saat itu mengatakan kepada Santos "Kamu sedang terburu-buru untuk menyuruhku pergi."
Jelang laga kontra Swiss pun, Santos membalas sikap buruk CR7 dengan terang-terangan mengaku tidak suka dengan apa yang ditunjukkan dirinya.
"Sudahkah saya melihat gambar ketika Ronaldo diganti? Ya. Apakah saya tidak menyukai apa yang saya lihat? Tidak, saya tidak menyukainya sedikit pun," kata Santos di konferensi pers pra laga.
Sementara Pengganti Ronaldo, Goncalo Ramos, mencetak hat-trick yang menakjubkan saat Portugal melaju ke perempat final, dengan Pepe, Raphael Guerreiro dan Rafael Leao juga masuk dalam daftar pencetak gol.
Sumber:suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
FIFA Siapkan Skenario Pengganti Tercepat Jika Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026
-
Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat
-
Gamis Kebanggaan Mertua Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Gimana Modelnya?
-
Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara
-
Baju Lebaran Cheongsam versi Muslimah Ramai di Pasaran, Perpaduan Ramadan dan Imlek
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat