Depok.suara.com, Walikota Depok Mohammad Idris akhirnya resmi dilaporkan ke polisi terkait polemik penggusuran SDN Pondokcina 1.
Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya pelaporan atas Wali Kota Depok M Idris ini. Laporan diterima SPKT Polda Metro Jaya pada Selasa (13/12/2022) kemarin.
"Benar, sudah diterima laporannya kemarin," ujar Zulpan kepada wartawan, Rabu (14/12/2022) seperti dilansir pmjnews.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/6354/XII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, dengan pelapor atas nama pengacara Deolipa Yumara.
Lebih lanjut Zulpan mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mempelajari laporan tersebut.
"Masih dipelajari dulu laporannya, kan baru masuk," katanya.
Sementara itu ditempat terpisah, Walikota Depok melalui siaran persnya mengatakan bahwa terkait pembangunan masjid raya di lahan SDN 1 Pondokcina untuk sementara ditunda.
Penundaan tersebut dilakukan kata Idris, ini sampai dengan seluruh siswa SDN 1 dapat di relokasi ke satu sekolah yaitu SDN 5
"Pembangunan RKB baru di SDN 5 Pocin akan dibangun oleh pemerintah melalui Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR dengan anggaran yang bersumber dari APBN 2023," ujar Idris, Rabu (14/12/2022).
Baca Juga: Buntut Kasus Hakim Agung Gazalba Saleh, KPK Telisik Sejumlah Perkara Di MA
Selain itu, lanjut Idris, pihaknya juga akan memfasilitasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswa SDN 1 Pocin di sekolah lama hingga terbangunnya ruang kelas baru di sekolah relokasi yaitu di SDN 5 Pondok Cina.
"Bagi siswa SDN 1 Pocin yang sudah terlanjur relokasi ke SDN 3 Pocin maupun ke SDN 5 diperbolehkan memilih lanjut belajar disitu atau kembali ke sekolah lama," tuturnya.
Selain itu, lanjut Idris, pihaknya juga meminta agar semua pihak yang tidak berkepentingan untuk segera keluar dari lokasi SDN Pondokcina 1 agar tercipta kenyamanan unyuk semua.
"Bagi pihak-pihak yang tidak berkepentingan yang saat ini menduduki SDN 1 Pocin untuk segera keluar dari lokasi SDN 1 Pocin," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Bocoran Vivo V70 FE: Kamera 200MP, Baterai 7000mAh, Update 6 Tahun, Rilis 28 Februari?
-
Siap Guncang Malaysia! Dewa 19 Boyong 3 Vokalis, Tyo Nugros, hingga Padi Reborn Sekaligus
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Serangan Siber Lewat APK Palsu Makin Canggih dan Terstruktur
-
Selain Air Putih, 5 Minuman yang Bikin Sahur Lebih Segar
-
Ngabuburit: Budaya Menunggu Buka Puasa yang Melegenda dari Tanah Sunda
-
Reuni, Bukber, dan Panggung Pencapaian Terselubung yang Haus Validasi
-
Lapar Mata yang Mematikan Nurani! Ironi Gunungan Sampah di Bulan Suci Ramadan
-
Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo
-
Sunscreen untuk Atasi Flek Hitam Harganya Berapa? Ini 5 Pilihan yang Bagus