Depok.suara.com - Tentara Jepang memecat lima prajurit dan menghukum empat lainnya dalam kasus pelecehan seksual, Kamis (16/12/2022). Dalam penyelidikan tersebut Kementerian Pertahanan Jepang menemukan lebih dari 1.000 keluhan pelecehan lainnya.
Kementerian Pertahanan menemukan terdapat 1.414 pengaduan. Sekitar 84 persen pengaduan adalah tentang pelecehan kekuasaan, sementara pelecehan seksual menyumbang 116 kasus atau 7,7 persen.
Penyelidikan ini dimulai setelah seorang mantan tentara Rina Gonoi
mengajukan kasus pelecehan seksual ke Kementerian Pertahanan tahun lalu. Tetapi Investigasi atas kasusnya dibatalkan pada bulan Mei.
Dirinya kemudian mengajukan petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 100.000 orang ke Kementerian Pertahanan pada bulan Agustus untuk menyelidiki ulang tuduhannya oleh pihak ketiga.
Gonoi menyebut telah mengalami banyak serangan oleh beberapa rekan pria, menyebabkannya harus melepaskan secara terpaksa karir militernya.
Dari lima prajurit yang diberhentikan dari kemiliteran, empat telah mengakui tindakan pelecehan seksual dan meminta maaf padanya pada Oktober. Sedangkan prajurit kelima ditemukan sebagai dalang dari empat anggota itu.
Komandan kompi di Fukushima yang saat itu membawahi Gonoi diskors selama enam bulan karena tidak melakukan penyelidikan yang benar, sementara satu lagi ditegur karena pelecehan seksual verbal dan dua lainnya ditegur karena mengabaikan masalah tersebut.
Panglima Angkatan Darat Yoshihide Yoshida mengulangi permintaan maafnya kepada Gonoi dan berkata, "Sebagai kepala organisasi ini, saya merasakan tanggung jawab yang kuat atas kesedihan dan rasa sakit (Gonoi)." .
Yoshida mengatakan, telah menangani masalah ini dengan serius. Dia pun mengaku bertekad untuk membasmi pelecehan seksual di area kemiliteran.
Baca Juga: Kepala Terasa Pusing hingga Mual? Kenali Vertigo dan Cara Mencegahnya!
Dalam satu insiden pada Agustus 2021, rekan pria senior menekan bagian bawah tubuh mereka ke arah Gonoi di asrama di tempat latihan. Mereka memaksanya melebarkan kakinya, sedangkan lebih dari 10 rekan pria lainnya menonton dan tertawa, tetapi tidak ada yang mencoba menghentikan perbuatan itu.
"Saya berharap keempat penyerang, terlepas dari keseriusan hukuman mereka, dengan tulus bertanggung jawab," cuit Gonoi sebagai tanggapan atas tindakan yang diambil oleh kementerian, Kamis
Dia juga mengatakan bahwa dia telah menerima informasi tentang puluhan prajurit lain yang dilecehkan saat bertugas, serta dari orang tua yang mengkhawatirkan keselamatan putri mereka di militer.
Gonoi mengatakan dia pergi ke publik karena dia ingin membantu orang lain yang tidak bisa bersuara. Di negara di mana ketidaksetaraan gender terus berlanjut, pelecehan seksual sering diabaikan dan gerakan #MeToo lambat untuk diketahui karena masih banyak yang menderita secara diam-diam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hakim Perintahkan Jaksa Bebaskan Bahtiar Baharuddin: Penahanan Tidak Sah
-
Antre BBM di SPBU Makan Korban, Sopir Truk Meninggal Dunia Diduga Karena Kelelahan
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Tips Liburan Hemat dan Seru Bersama Keluarga di Resor Mewah Macau
-
Korupsi Lampu Jalan Palembang Diusut, Berapa Kerugian Negara yang Sebenarnya?
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei