Yessy Anitoma yang kini di juluki Yessy Duta sertifikat yang sempat viral karena gagal menikah tepat H-3 dengan Ryan Dono, alasanya karena pihak wanita meminta mahar sertifikat rumah.
Usai viral, Yessy dan Ryan Dono mulai di undang ke acara TV dan podcast, namun masalah baru semkin banyak timbul dan tak kunjung selesai.
Melihat hal tersebut, Dedi Mulyadi berinisiatif untuk mempertemukan keluarga Yessy dan Ryan Dono agar segera berdamai.
Usai mendamaikan keluarga Yessy dan Ryan Dono, Dedi Mulyadi mulai mengunjungi rumah Yessy guna mencari tahu kondisi rumahnya.
Tak disangka, Dedi Mulyadi justru mendapati keadaan rumah Yessy yang berantakan sekaligis mengungkap bahwa Yessy ternyata merupakan wanita yang malas bersih-bersih rumah dan sulit bangun pagi.
Mengetahui kebenaran tersebut, Dedi Mulyadi mencoba merubah karakter Yessy dengan cara memberi nasihat dan contoh jika ingin menjadi wanita yang sukses.
Secara berkelanjutan Dedi Mulyadi mulai sering mengunggah konten bersama Yessy di akun YouTube miliknya.
Namun baru-baru ini, Dedi Mulyadi kembali mendatangi rumah Yessy dan kedapatan jika Yessy ternyata masih sulit untuk bangun pagi ditambah lagi Yessy belum mandi pada saat Dedi Mulyadi kunjungi rumahnya.
"Yessy sekarang bangunnya jam berapa?", Tanya Dedi Mulyadi (17/12/22).
Baca Juga: Via Vallen Setop Kasih Keluarga Jatah Bulanan, Adik Diam-Diam Jual Mobil Pemberian Sang Artis
"Tadi dibangunin tapi gak bangun" Jawab Yessy.
"Terus mandinya? " Tambah Dedi Mulyadi.
"Belum mandi" Dengan santai Yessy mengaku.
Dalam kolom komentar YouTube Kang Dedi Mulyadi, netizen yang mengaku sebagai wanita Dari suku suda tampak kecewa dengan sikap Yessy bisa merusak citra perempuan Sunda yang di kenal matrealis.
"Stigma Masyarakat/suku lain terhadap suku sunda adalah Matrealistis,tidak bisa apa2 cuman bisa dangdan, Nah kita sebagai sunda mati2an rasanya nunjukan hei sunda ga gitu,kita juga bisa kerja,bisa cari uang,pintar urus suami rumah dan anak2 , eh derengdeung teh Neng Yesi yg minta maharnya ga nanggung2 Sertifikat rumah, sampe viral niat hati pengen di kasih simpati,eh ternyata playing victim,muncul lah berbagai komentar netizen, "oh sunda ya,oh pantes matre, ah sunda emng matre" aduh rasanya saya sebagai aseli Sunda merasa sangattt aduh sakit hati . Pesen boleh ya buat Teh Yesi bekerjakeras lah selagi mampu semangat,hasil sendiri jauh lebih enak dinikmati daripada hasil minta,Semangat Yessi " ,Tulis @elis*****( 17/12/22).
Komentar yang di unggah @elisan*** menuai banyak sanggahan dengan jumlah 78 yang berisi pro kontra dengan komentar tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret
-
Pigai Sebut Anggaran Bansos Kemenham Belum Ada, Akui Gunakan Dana Pribadi
-
Penyidik Masih Tunggu Izin Presiden untuk Periksa Ahmad Dhani, Rayen Pono: Udah Kayak Drama Korea
-
Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Tidak Aktif? Trending di X, Ini Penjelasannya
-
Apakah Boleh Memakai Lip Balm sebelum Lipstik? Ini 4 Rekomendasi agar Bibir Lebih Mulus
-
Kronologi Kematian Jeffrey Epstein di Penjara dan Kasusnya
-
Pertamina Resmi Satukan Tiga Anak Usaha ke Subholding Downstream
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Februari: Sikat Pemain 117, Draf UTOTY, dan Rank Up
-
Lirik Lagu Ramadhan Tiba dan Chordnya, Sambutan Bahagia untuk Idul Fitri
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum