- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan inflasi IHK per Januari 2026 mencapai 3,55 persen, melebihi target namun terkendali.
- Kenaikan inflasi tahunan dipengaruhi efek basis rendah akibat insentif diskon tarif listrik tahun 2025.
- Inflasi inti sebesar 2,45 persen tetap stabil, sementara inflasi pangan dipengaruhi perbaikan suplai dan peran Bulog.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau inflasi Indonesia lebih tinggi dari prediksi dengan kenaikan mencapai 3,55 persen per Januari 2026.
Namun Menkeu Purbaya mengklaim kalau inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara year on year (YoY) itu masih bisa dikendalikan.
"Inflasi IHK berada pada 3,55 persen, sedikit di atas sasaran tetapi masih berada dalam rentang yang dapat dikendalikan," katanya saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, dikutip Kamis (5/2/2026).
Purbaya menerangkan, inflasi tahunan dipengaruhi low base effect karena pengaruh insentif diskon tarif listrik yang dikeluarkan Pemerintah awal tahun 2025.
Meski melewati target, Bendahara Negara mengklaim kalau tekanan inflasi hanya bersifat sementara dan diprediksi mereda setelah Maret 2026.
"Tekanan yang ada diperkirakan bersifat sementara dan diproyeksikan meread memasuki bulan Maret 2026," lanjutnya.
Ia mengklaim kalau inflasi Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain. Menurutnya, inflasi yang stabil memberi ruang bagi aktivitas ekonomi untuk terus bergerak.
Khusus inflasi inti yang rendah, lanjut Purbaya, memberikan ruang untuk pertumbuhan ekonomi lebih ekspansif tanpa menimbulkan tekanan di sisi harga.
Adapun inflasi volatile food berada pada level 1,14 persen setelah periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026. Purbaya menyebut suplai yang membaik berkontribusi menjaga inflasi volatile food, didukung peran Bulog yang semakin kuat dan pemangkasan 145 regulasi distribusi pupuk.
Baca Juga: Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
Sedangkan inflasi inti ada di 2,45 persen yang diklaim Purbaya stabil serta berada dalam kisaran sasaran. Menurutnya, konsumsi masyarakat tetap kuat sehingga menjaga stabilitas inflasi inti. Sementara inflasi administered price, berada pada level 9.71 persen.
Berita Terkait
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
-
Pejabat Tinggi Bea Cukai Pusat Diperiksa KPK, Anak Buah Menkeu Purbaya Pasrah
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Pertamina Resmi Satukan Tiga Anak Usaha ke Subholding Downstream
-
Dolar AS Perkasa, Rupiah Turun ke Level Rp16.805
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram
-
IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi
-
Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
-
Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
-
IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham
-
Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat
-
Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!