Depok.suara.com - Lionel Messi menyatakan belum akan pensiun dari Timnas Argentina setelah membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Lionel Messi mencetak dua gol untuk menumbangkan Prancis dalam kemenangan adu pinalti yang mendebarkan pada hari Minggu.
Dimuat dari ESPN, Messi mencetak gol pembuka dari titik penalti di Stadion Lusail di Doha, Qatar. Dirinya kemudian mencetak gol pada perpanjangan waktu saat bola jatuh kepadanya di kotak pinalti dan dia mendorongnya ke gawang.
Di sisi lain, pemain depan Prancis Kylian Mbappe mencetak hattrick dengan penalti beberapa menit kemudian, tetapi Argentina menang 4-2 dalam adu penalti untuk memenangkan gelar Piala Dunia ketiga mereka.
Messi yang berusia 35 tahun memecahkan rekor penampilan Piala Dunia terbanyak pada hari Minggu. Dirinya membuat pertandingan ke-26 di kompetisi, setelah mengkonfirmasi bulan lalu bahwa turnamen ini akan menjadi yang terakhir baginya.
Namun, meraih trofi terbesar dalam perjalanan karirnya, Messi mengatakan kepada TyC bahwa dia berniat untuk terus bermain untuk Argentina lebih lama lagi.
"Saya memenangkan Copa America dan Piala Dunia dalam waktu singkat," kata Messi.
"Saya menyukai apa yang saya lakukan, berada di tim nasional, dan saya ingin terus menjalani beberapa pertandingan lagi menjadi juara dunia.
"Saya akan membawa Piala itu ke Argentina untuk menikmatinya bersama Anda," tambahnya.
Messi mengatakan itu adalah realisasi dari impian masa kecil untuk membantu Argentina meraih gelar juara dunia yang ketiga, setelah Diego Maradona membawa mereka meraih kemenangan di Meksiko pada 1986 dan 1978 di kandangnya sendiri.
Baca Juga: Tim Inafis Mabes Polri Turun Tangan Selidiki Kecelakaan Kereta Cepat Bandung
“Itu adalah impian masa kecil siapa pun,” kata Messi.
"Saya beruntung telah mencapai segalanya dalam karir ini ... dan yang hilang ini ada di sini.
"Ini gila ... lihat bagaimana dia [Piala Dunia], dia cantik. Saya sangat menginginkannya. Saya memiliki visi bahwa ini akan menjadi satu-satunya ... dia semakin dekat."
"Kami menderita, tapi kami sudah memilikinya (Piala Dunia). Saya ingin menutup karir saya dengan ini. Saya tidak bisa lagi meminta yang lain, terima kasih Tuhan, dia memberi saya segalanya," tambahnya.
Pelatih kepala Argentina Lionel Scaloni mengatakan dalam konferensi pers pasca pertandingan bahwa Messi akan selalu diterima bermain untuk Argentina.
"Pertama-tama, kita perlu menyelamatkan dia dari Piala Dunia 2026," kata Scaloni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib UMKM: Susah Bersaing dengan Produk Impor
-
Skenario Juara Persib Bandung Mengunci Trofi Super League di Pekan Pamungkas
-
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kuansing Berangsur Surut
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Live Action BLUE LOCK Rilis Visual 20 Karakter Utama Jelang Tayang Agustus
-
Kronologis Calvin Verdonk Amankan Tiket Liga Champions Lille Meski Tumbang dari Auxerre
-
Provinsi Jawa Barat Diisukan Mau Ganti Nama, Apa Arti Tatar Sunda?
-
IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini
-
Alasan Xabi Alonso Terima Kontrak Chelsea, Siap Akhiri Dominasi Kegagalan Proyek BlueCo
-
Ketika Keresahan Masyarakat Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Nggak Pakai Dolar"