Depok.suara.com - Selebritas koki Salt Bae menerima kecaman dari beragam pihak usai fotonya yang mengangkat Trofi Piala Dunia tersebar luar. Karena itu FIFA akan mengambil tindakan internal yang tepat untuk mengatas pelanggaran protokol Piala Dunia tersebut.
Dimuat dari ESPN, Salt Bae memang sering terlihat bersama presiden FIFA Gianni Infantino. Beberapa kali dirinya terlihat bertemu dengan pejabat penting ketika Piala Dunia berlangsung.
Tetapi pasca Piala Dunia, dirinya malah berbaur dengan para pemain Argentina dan berfoto setelah kemenangan atas Prancis dalam pertandingan epik pada hari Minggu di Qatar. Hal inilah yang membuatnya mendapat kecaman dari publik.
Padahal FIFA menggambarkan trofi tersebut sebagai "ikon yang tak ternilai" yang hanya dapat disentuh dan dipegang oleh sekelompok orang yang sangat terpilih, termasuk mantan pemenang Piala Dunia FIFA dan kepala negara.
"Menyusul peninjauan, FIFA menetapkan bagaimana individu memperoleh akses yang tidak semestinya ke lapangan setelah upacara penutupan di stadion Lusail pada 18 Desember," kata badan sepak bola dunia itu.
"Tindakan internal yang sesuai akan diambil."
Koki, yang memiliki restoran di Doha, adalah tamu tetap FIFA dengan akses VIP selama Piala Dunia dan memposting foto dan klip video di media sosial.
Setelah kemenangan Argentina dalam adu penalti menyusul hasil imbang 3-3 yang mendebarkan, ia terlihat meraih lengan kapten Lionel Messi di lapangan. Pesepakbola hebat itu tampak kesal dalam klip film itu meski kemudian berpose untuk foto yang diposting Salt Bae di Instagram.
Baca Juga: Piala AFF 2022: Hampir Saja Indonesia Menjadi Korban Kedua Kejutan Kamboja
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan