/
Senin, 09 Januari 2023 | 11:24 WIB
Rian Mahendra Dipecat Bos PO Haryanto (Tangkapan layar)

Depok.suara.com - Kabar pemecatan mantan Direktur Operasional PO (Perusahaan Otobus) Haryanto, Rian Mahendra belakangan ini menjadi heboh di jagat dunia maya. Bagaimana tidak, kabar tesebut terdengar saat Rian melakukan klarifikasi atas pemecatannya di akun Youtube PO Haryanto Official. Dirinya mengungkap bahwa sejak 22 Juli 2022, ia tidak lagi bergabung mengurus PO Haryanto pada video tersebut. 

Rian Mahendra mengatakan, alasan ia tak lagi bergabung di PO Haryanto adalah karena sang ayah tidak menghendaki dirinya berada di perusahaan.

"Ya intinya bapak udah enggak berkenan gua di perusahaan, dan gua terima dengan lapang dada kalau kalian tanya masalahnya apa itu internal perusahaan karena gua harus menjaga marwah orang banyak," ungkap Rian.

Rian juga menjelaskan perihal pemecatan dirinya yang terjadi tanpa ada pertemuan dan penjelasan ketika di wawancarai oleh salah satu awak media. Dirinya dipecat secara tidak hormat, bahkan surat pemecatannya pun sudah disebar kemana-mana oleh sang ayah.

Ditambah lagi Rian mengaku dipecat dari PO Haryanto tanpa mendapat pesangon padahal sudah 19 tahun bekerja dengan fokus dan sudah banyak membuka jaringan agen, termasuk membuka market-market baru. Hingga tak sedikit yang l menyebut-sebut Rian bakal mendirikan PO baru yang siap bersaing dengan perusahaan sang ayah.

Setelah spekulasi tersebut beredar, Pemilik PO Haryanto, Haji Haryanto akhirnya buka suara Pada video di sebuah akun YouTube. Mantan TNI itu menjelaskan, bahwa pemecatannya terhadap sang anak adalah karena ulah dari sang anak itu sendiri. 

Dalam video tersebut, Haryanto mengatakan bahwasanya Rian terlilit utang miliaran rupiah lantaran bermain bitcoin. Alhasil, perusahaan harus turut menanggung utang tersebut.

"Kemarin itu Mas Rian fatal, mas. Waktu minggat itu dia fatal. Di main bitcoin dia menjanjikan komisi 20% kepada orang-orang yang dipinjamkan uang. Saat itu, berapa hari, Rian nggak bisa memenuhi janjinya. Padahal dia hutangnya miliaran. Kabur dia. Nah setelah kabur, orang-orang kan nyari dia. Yang dicari saya, saya rembukan, bagaimanapun kan namanya anak ya. Barangkali dia bisa berubah jadi orang baik," kata Haryanto.

Haryanto pun tetap membantu sang anak untuk melunasi hutang-hutangnya. Bahkan dirinya sampai membelikan mobil, serta memberikan nasihat kepada sang anak agar menjadi pribadi yang lebih baik. 

Baca Juga: Program Kerja Jokowi Terancam Berhenti Jika Anies Menang Pilpres, NasDem: Konteks Boleh Beda, Prinsip Tetap Pancasila

"Saya karena menjaga nama (PO) Haryanto yang sudah cukup besar, saya bayar itu (hutang) miliaran. Saya bayar, dia minta maaf sama saya, saya maafin, udah kamu yang baik, kamu kerja. Saya beliin Mercy harganya hampir Rp 2 miliar, saya (bilang) tolong urus anak kamu yang bagus," imbuh Haryanto.

Namun, teganya Haryanto dalam mengambil keputusan seperti memecat anak sendiri bukan tanpa alasan, melainkan dirinya menganut prinsip Rasulullah.

"Saya berprinsip bagaimana Rasulullah ngendikan (berkata). Andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, tetap akan aku potong tangannya. Itu kan menandakan bahwa kita harus tegas. Jangan sampai nanti kita ini kejerumus dalam kehancuran gara-gara anak yang enggak benar," pungkas Haryanto.

Load More