Depok.suara.com - Pengacara Rozy, Jumhadi membeberkan aksi pemerasan yang dilakukan oleh Norma Risma kepada kliennya. Disebutkan aksi ini terjadi sebelum Norma Risma menviralkan dugaan perselingkuhan Rozy Zay Hakiki dengan Mertuanya.
Diunggah dari kanal YouTube Star Pro, Jumhadi menjelaskan setelah kejadian penggerebekan, semua keluarga dikumpulkan di rumah Ketua RT. Pada momen tersebut pihak Norma Risma meminta uang Rp50 juta atas kerena sakit hati.
"Dia meminta denda 50 juta, ayahnya 25 juta dan dia 25 juta. Akhirnya keluarga sepakat semua," ucap Jumhadi.
Awalnya jelas Jumhadi, Norma Risma dan ayahnya meminta uang Rp100 juta. Tetapi pihak Rozy hanya menyanggupinya dengan nominal Rp50 juta.
Setelah kesepakatan, jelas Jumhadi, akhirnya pihak Rozy dan Norma Risma bertemu. Pada pertemuan tersebut disaksikan oleh pihak keluarga dan juga polisi.
"Musyawarah. Dibuat kwitansi. Sejumlah 50 juta. Disaksikan oleh keluarga hingga polisi. Dibayar 50 juta," papar Jumhadi sembari memperlihatkan kwitansi dan photo saat penyerahan uang.
Tetapi Rozy mengaku kecewa dan merasa tak cocok dengan Norma Risma. Karena itulah Rozy memilih bercerai dengan Norma Risma.
Namun jelas Jumhadi, Norma Risma malah meminta rujuk dengan Rozy yang lantas ditolaknya. Tetapi karena penolakan tersebut Norma Risma kembali meminta uang Rp500 juta kepada Rozy.
"NR kemudian minta uang sejumlah Rp500 juta. Kalau kamu gak mau rujuk dengan saya, bayar Rp500 juta. Hal yang tidak bisa dipenuhi oleh Rozy," paparnya.
Baca Juga: Ditegur Hakim Gegara Lihat Jam Melulu, Ahli Kubu Hendra-Agus: Saya Kasihan yang Mulia Capek
Pada kesempatan itu Jumhadi menjelaskan bahwa Norma Risma mengancam akan memviralkan skandal tersebut. Hingga akhirnya beberapa bulan kemudian disebarkan lah oleh Norma Risma.
"Tidak dapat apa-apa, tidak mau rujuk. Barulah setelah ini viral," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sunan Kalijaga Skakmat Hotman Paris soal Ferry Irawan yang Disebut Parasit: Buktikan, Tidak Hanya Bacot!
-
Ibu Norma Risma Akui Hanya Gantikan Posisi Anaknya untuk Rozy: Norma Kan Kerja Pulang Malam
-
Ngaku Salat Tanpa Busana, Cerita Rihanah saat Digerebek Bareng Menantu Bikin Netizen Murka: Setan Minder
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?