Depok.suara.com - Pemerintah Jepang selama 20 tahun terakhir menutup berbagai sekolah di negaranya. Hal ini karena populasi anak di Jepang yang semakin menurun.
Hal ini dilihat Depok.suara.com dari akun Instagram, Rumpi_Gosip yang menampilkan kondisi sekolah di Jepang. Di sana terlihat ada sekolah yang begitu megah tapi tidak lagi difungsikan.
"Di Jepang sekolah sekolah semegah ini ditutup karena tidak ada muridnya," tulis video tersebut.
Pada narasi video tersebut ditulis beberapa sekolah mulai dari SD, SMP, SMA ditutup selama 20 tahun di berbagai kota besar atau kecil. Hal ini karena semakin berkurangnya populasi penduduknya yang sebabkan tak ada murid.
Beberapa sekolah ini lantas diubah fungsinya menjadi gedung serba guna. Walau masih ada beberapa peninggalan siswa dalam sekolah tersebut.
Upaya pemerintah Jepang pun menanangi masalah serius ini dengan memberi tunjangan untuk pengantin baru sampai anak lahir dan tumbuh besar. Tetapi sampai saat ini tidak ada perubahan yang signifikan malah angka kelahiran yang tambah berkurang pertahunnya.
Warganet yang melihat video tersebut merasa bahwa beban hidup di Jepang cukup berat. Ada juga yang menyebut orang yang memilih tidak mau punya anak bisa tinggal di sini.
"Gitasav cocok banget disini kayaknya," ucap Alidaxxx.
"Biaya hidup sangat tinggi di sana, dan di sana kalau belum mapan kerja belum menikah jadinya kebanyakan memutuskan untuk tidak menikah," papar Masitohxxx.
Baca Juga: Ressa Herlambang Bangkrut sampai Merugi 12 M, Benarkah Karena Hal Mistis?
"Nah anak Indo siap ke sana nih, beri biaya tunjangan sekolah aja ya," ucap @alyaxxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam