Depok.suara.com - Komika Soleh Solihun mencolek Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait pungutan di sekolah keponakannya. Dia mempertanyakan karena sudah ada larangan pungutan di sekolah.
Dilihat Depok.suara.com dari akun Twitter @SolehSolihun, dia melampirkan sebuah surat yang berisi permintaan bantuan sukarela. Hal ini demi mendukung kegiatan operasional sekolah.
"Dapet kabar dari keponakan di bandung. Padahal kata kang @ridwankamil tak boleh ada pungutan apapun di sekolah negeri," ucapnya.
Soleha kemudian mempertanyakan masih banyak sekolah yang belum terpenuhi operasional dari dana BOS. Sehingga perlu meminta bantuan sukarela kepada para siswa.
"Sepertinya banyak sekolah negeri yang biaya operasionalnya masih belum tercukupi dari anggaran pemerintah. akibatnya mau tak mau dibebankan pada orang tua siswa," ucap Sholeh.
Warganet lantas menjelaskan tentang permintaan dana sukarela tersebut. Mereka menyebut bahwa hal itu wajar karena tidak semua kegiatan bisa dicover oleh dana BOS.
"Ini dari komite, bukan dari sekolah. Dulu gue jadi komite, kalo sekolah cuma ngandelin Dana BOS sekolah bisa kolaps. Karena operasional sekolah tuh banyak banget printilannya. Biaya guru honorer, OB, Listrik, belom lagi yg kecil2, spidol, penghapus, peralatan bersih2 dan lain2," ucap @Uchiaxxx.
"Maaf kang, kadang guru honorer di sekolah negri di ambilkan dari uang sumbangan untuk menggaji mereka, karena terkadang gaji guru honorer tidak di tanggung oleh pemda atau juga dinas pendidikan daerah, terkadang sih, sebenernya itu tergantung gimana kepala sekolah mengusahakan," jelas @Rubenxxx.
Baca Juga: Enggak Ada Jakarta, iKON Umumkan World Tour Bertajuk 'TAKE OFF'
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026