Depok.suara.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mendapat laporan terjadinya kebakaran pada Minggu 26 Maret 2023 pukul 17:30 WIB. Kebakaran itu terjadi di Pasar Kemiri Muka Depok menjelang waktu berbuka puasa.
"Dilaporkan 20 unit kios terbakar, api diduga berasal dari plafon," kata petugas Damkar di lokasi kebakaran seperti yang diunggah di instagram @infodepok_id.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan si jago merah agar tidak merambat ke kios lainnya. Kondisi hujan saat itu juga memudahkan petugas untuk memadamkan api kebakaran.
Penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari kegagalan instalasi listrik.
"Kesulitannya api terletak di atas, jadi kita harus menyisir lokasi yang ada di atas," ujar petugas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
-
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
-
5 Mesin Kopi Philips Terbaik 2026
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat
-
Irit Bicara di Hari Pernikahan Teuku Rassya, Tamara Bleszynski: Semoga Bahagia, Bye Bye
-
3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?