Depok.suara.com - Gelombang panas sedang menyerang beberapa negara di Asia. Bahkan suhunya sudah mencapai titik yang sangat ekstrem yakni mencapai 40 derajat celsius.
Dilihat dari akun Twitter @TMIHariIni, kondisi ini terjadi di beberapa negara seperti Thailand, Laos, Bangladesh hingga India. Bahkan di India membuat aspal jalanan sampai meleleh.
"Ini di Kota Surat, India, bahkan aspal di jalanan sampai meleleh," tulisnya.
Selain di India, Thailand juga mengalami panas yang ekstrim di mana suhunya bisa mencapai 45,4 derajat Celcius. Bahkan pemerintah Thailand menghimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah.
"Pemerintah Thailand sudah menghimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah dan tetap di dalam karena suhu masih akan tinggi esok-esok hari," jelasnya.
Hal yang sama terjadi di Myanmar setelah suhu udara di berbagai tempat minimal naik 2 derajat celcius dari musim panas sebelumnya, ahkan di beberapa tempat naik hingga 7 derajat celcius. Seperti di kota Kalewa yang mencapai 44 derajat celcius.
Sementara itu di Laos, selain panas dari heat wave yang mencapai 42 derajat Celcius, asap juga menambah bahaya dengan polusi udara. Hal uji terjadi karena pembakaran hutan.
"Asap ini datang dari pembakaran hutan oleh oknum-oknum yang ingin membebaskan lahan dengan cara murah," jelasnya.
Sementara itu di Indonesia tidak ada pemberitahuan soal gelombang panas ini. Walau begitu cuaca Indonesia memang cukup panas belakangan ini.
Baca Juga: Mantan Pacar Boy William Ikut Ucapkan Lebaran Bareng Ibunya, Ayu Ting Ting Malah Kena Colek Netizen
"BMKG mengatakan bahwa "Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi suhu maksimum udara permukaan juga tergolong panas," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar